Ulasankaltim.id, Kutai Kartanegara – Alur sungai yang selama ini menjadi jalur vital transportasi antara Samarinda dan Kutai Barat kembali diwarnai peristiwa kecelakaan air. Sebuah kapal motor bernama KM Dahlia F33 dilaporkan tenggelam di perairan Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kamis (12/2/26) sekitar pukul 16.00 WITA.
Insiden terjadi di kawasan Ulak Besar, titik perairan yang dikenal memiliki arus cukup deras, khususnya saat volume air sungai meningkat. Kondisi alam tersebut kerap menjadi tantangan bagi kapal yang melintas di jalur itu.
Informasi awal menyebutkan kapal tersebut sedang berlayar membawa muatan barang dalam jumlah besar. Namun, data pasti mengenai jumlah orang di atas kapal saat kejadian masih dalam proses penelusuran.
Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Pos Sektor Muara Kaman, Indra, membenarkan adanya laporan kapal karam di wilayah tersebut. Ia menyampaikan keterangan setelah menerima konfirmasi dari lapangan.
“Benar, peristiwanya di Ulak Besar, sekitar pukul 16.00 WITA,” ujar Indra saat dihubungi. Ia menyebut laporan masuk tak lama setelah kejadian.
Menurutnya, kapal didominasi muatan logistik atau barang dagangan. Dugaan adanya penumpang lain di luar kru kapal masih menunggu pendataan lebih lanjut dari tim yang turun langsung ke lokasi.
“Kapal membawa banyak barang. Kemungkinan ada warga di dalamnya, tapi itu belum bisa kami pastikan,” katanya. Proses verifikasi masih berlangsung seiring pengumpulan informasi.
Pascakejadian, aparat kecamatan bersama Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu bergerak menuju titik insiden untuk melakukan langkah awal penanganan. Koordinasi dilakukan guna memastikan situasi di lokasi tetap terkendali.
Warga sekitar perairan juga turut membantu sebelum petugas tiba. Mereka berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dijangkau dari badan kapal yang sudah terendam.
Sekretaris Desa Rantau Hempang, Haidri, membenarkan aktivitas evakuasi tersebut masih berjalan. Ia menyebut fokus sementara adalah pengamanan barang serta pemantauan kondisi sekitar lokasi.
“Benar, sekarang masih proses penyelamatan barang,” kata Haidri. Ia menambahkan pihak desa masih dalam perjalanan untuk menghimpun informasi lebih rinci.
Haidri menjelaskan lokasi karamnya kapal berada cukup jauh dari permukiman warga, sehingga akses menuju titik kejadian memerlukan waktu. Hal itu membuat data detail belum sepenuhnya terkumpul.
Berdasarkan keterangan sementara, KM Dahlia F33 diduga merupakan kapal angkut barang yang menuju Melak, Kabupaten Kutai Barat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun jumlah pasti penumpang, sementara proses pendataan dan penanganan terus dilakukan oleh pihak terkait. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









