Ulasankaltim.id, Balikpapan – Kesadaran menjaga lingkungan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus berjalan seiring dengan pembangunan nasional. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Ke-V MPR RI yang digelar Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si, di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Terpadu ITK tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa. Dalam forum bertema “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan”, Henock mengajak generasi muda memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan hidup.
Dalam pemaparannya, Henock menjelaskan bahwa pembangunan berwawasan lingkungan merupakan konsep pembangunan yang menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian penting dalam setiap kebijakan dan aktivitas pembangunan.
“Pembangunan nasional berwawasan lingkungan adalah proses pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan hidup,” kata Henock.
Menurutnya, setiap sektor pembangunan, mulai dari industri, pertanian, pertambangan hingga infrastruktur, harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan cara itu, sumber daya alam dapat tetap terjaga dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
“Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Henock menilai konsep tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Karena itu, ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
“Apabila pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan aspek lingkungan, maka dapat menimbulkan berbagai masalah seperti pencemaran air, udara, dan tanah, kerusakan hutan, banjir, tanah longsor, hingga perubahan iklim,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan berwawasan lingkungan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan landasan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam,” ungkap Henock.
Dalam sesi dialog, mahasiswa juga menanyakan langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pembangunan yang ramah lingkungan. Menanggapi hal itu, Henock menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis melalui regulasi, pengawasan, dan penegakan hukum.
“Pemerintah perlu memastikan setiap proyek pembangunan melakukan kajian dampak lingkungan sebelum kegiatan dilaksanakan,” katanya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas penggunaan energi terbarukan, meningkatkan kualitas transportasi publik, memperbanyak ruang terbuka hijau, serta memberikan dukungan kepada perusahaan yang menerapkan praktik usaha ramah lingkungan.
“Penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran dan perusakan lingkungan harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera,” ujar Henock.
Di sisi lain, Henock menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan berwawasan lingkungan tidak dapat bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Masyarakat dapat berpartisipasi melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penghematan energi dan air,” katanya.
Menurut Henock, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas lingkungan. Ia menilai kesadaran kolektif masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat akan membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Menutup kegiatan tersebut, Henock menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang maju secara ekonomi sekaligus lestari secara lingkungan,” pungkas Henock. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









