Polisi Ungkap Kronologi Pemukulan Waka Polsek Samarinda Ulu Saat Evakuasi Korban Laka Lantas

oleh -204 Dilihat
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi, didampingi Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi dan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan saat konfrensi Pers di Polsek Juanda (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria memukul anggota kepolisian di Jalan Juanda, Samarinda, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Polsek Samarinda Ulu langsung memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut melalui press release yang digelar Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA di Mapolsek Samarinda Ulu, Jalan Juanda.

Keterangan disampaikan Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi, didampingi Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi dan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi menjelaskan, kejadian bermula dari kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil Toyota Innova berwarna putih di sekitar SPBU Jalan Juanda.

Dalam kecelakaan tersebut, seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor terjepit di bawah mobil bersama kendaraannya.

Saat kejadian, Wakapolsek Samarinda Ulu, AKP Budi Santoso, yang baru selesai melaksanakan tugas pengamanan dan masih mengenakan pakaian dinas lengkap, kebetulan melintas di lokasi.

Melihat adanya korban yang membutuhkan pertolongan, Budi kemudian turun untuk membantu proses evakuasi.

“Secara otomatis, anggota kami tentu secara insting kepolisian memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan,” ujar Asriadi.

Namun, saat proses evakuasi berlangsung, pengemudi mobil Innova berinisial TS, 28 tahun, disebut tidak menerima kendaraan sepeda motor yang berada di bawah mobil dikeluarkan.

TS kemudian diduga melakukan pemukulan terhadap AKP Budi Santoso sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong.

Pemukulan tersebut mengenai bagian wajah anggota kepolisian yang saat itu tetap fokus membantu mengeluarkan korban dari posisi terjepit.

“Anggota kami tetap memaksakan untuk mengeluarkan kendaraan itu beserta dengan korban, karena yang terpenting adalah menyelamatkan korban,” jelas Asriadi.

Dengan bantuan masyarakat sekitar, korban dan sepeda motor yang berada di bawah mobil akhirnya berhasil dievakuasi secara manual. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota kepolisian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Samarinda Ulu. Polisi juga telah melakukan visum terhadap korban dan mengamankan terduga pelaku.

“Yang pertama menerima laporan, yang kedua membuat visum, yang ketiga mengamankan terduga terlapor,” kata Asriadi.

TS yang diketahui merupakan warga Samarinda dan bekerja sebagai pengemudi salah satu travel dengan rute Sangatta-Samarinda-Balikpapan, saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Samarinda Ulu.

Polisi menyebut perkara kecelakaan lalu lintas dan dugaan penganiayaan merupakan peristiwa yang ditangani secara terpisah.

Atas dugaan penganiayaan tersebut, polisi sementara menerapkan Pasal 466 KUHP. Motif pemukulan juga masih didalami penyidik.

Termasuk kemungkinan adanya pengaruh minuman keras maupun narkoba, polisi belum dapat memastikan dan masih melakukan pendalaman.

“Apakah nanti ada kaitannya dengan keterlibatan narkoba maupun minuman keras, itu nanti akan kami sampaikan lebih lanjut. Berikan kami kesempatan untuk mendalami hal tersebut supaya nanti betul-betul kami memberikan informasi yang sangat valid,” ungkapnya.

Polisi memastikan saat kejadian AKP Budi Santoso dalam kondisi mengenakan pakaian dinas lengkap. Ia disebut baru selesai menjalankan tugas pengamanan di Dinas Kesehatan dan dalam perjalanan kembali ke kantor ketika melihat kecelakaan tersebut.

Adapun TS, terduga pelaku pemukulan, telah diamankan di Mapolsek Samarinda Ulu dan masih menjalani pemeriksaan untuk menentukan proses hukum selanjutnya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *