Ulasankaltim.id, Tenggarong – Musibah kebakaran hebat kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Peristiwa naas ini berlangsung di wilayah Danau Aji, RT 33, Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Berdasarkan data terkini, sedikitnya 75 unit rumah tinggal beserta bangunan sewaan ludes dilahap si jago merah.
Insiden yang mengagetkan warga setempat tersebut dilaporkan mulai berkobar pada sore hari sekitar pukul 16.40 WITA.
Lantaran struktur bangunan yang berdempetan, amukan api merambat sangat cepat ke area sekitarnya dalam waktu singkat.
Seluruh bangunan dalam satu lingkup RT tersebut tidak luput dari amukan api, termasuk kediaman milik Ketua RT setempat.
Upaya pemadaman sempat menghadapi kendala cukup berat lantaran embusan angin yang kencang di lokasi kejadian.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengonfirmasi bahwa ketersediaan air yang sangat minim menjadi tantangan utama petugas.
Ia menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau membuat sumber air di sekitar tempat kejadian perkara mengering.
Selain itu, konsentrasi unit armada pemadam harus terbagi karena pada saat bersamaan sedang menangani penanganan karhutla.
Berdasarkan pengamatan awal tim pemadam gelombang pertama, titik awal munculnya api terdeteksi dari bagian tengah salah satu hunian warga.
Meskipun personel di lapangan langsung berupaya melakukan penyekatan area, langkah pemutusan perambatan api tetap terhambat oleh krisis air.
Situasi makin pelik sebab armada tangki berkapasitas 10.000 liter milik pos kota sedang bertugas di wilayah Sangasanga dan Kota Bangun.
Fida secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kendala teknis penyuplai air yang sempat terhenti akibat sulitnya pasokan di lapangan.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, kami sempat kehabisan air di lapangan dan sangat sulit mencari sumbernya,” ujar Fida.
Bantuan akhirnya mengalir setelah unit water cannon milik Polres Kukar beserta tangki pendukung dari PDAM dikerahkan ke lokasi untuk menyokong operasional.
“Untuk pemadaman sekitar dua jam. Puluhan satuan relawan Balakar berdatangan dari Samarinda dan kecamatan tetangga seperti Loa Kulu untuk mempercepat proses isolasi api tadi,” sebut Fida.
Perjuangan pantang menyerah tim gabungan akhirnya membuahkan hasil hingga api benar-benar padam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Meski tidak menelan korban jiwa, tiga orang warga harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami syok berat serta gangguan pernapasan akut.
Sejumlah lansia yang sempat pingsan di lokasi juga langsung dievakuasi oleh pihak keluarga, sementara area kejadian kini dipasangi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. (Fzi)









