Yulianus Henock: MBG Harus Dikawal Ketat, Jangan Ada Dana yang Dipotong

oleh -338 Dilihat
Anggota DPD RI Dapil Kaltim Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Nusantara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas gizi sekaligus mencetak generasi muda Indonesia yang sehat dan cerdas.

Senator DPD RI asal Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pemberian makan siang gratis di sekolah-sekolah merupakan kebijakan yang tepat sasaran bagi masa depan bangsa.

“Program ini bertujuan memperbaiki gizi anak-anak kita, yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan sekaligus daya tahan fisik generasi penerus,” ujar Yulianus Henock.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada pengawasan. Yulianus Henock menegaskan peran pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, harus maksimal dalam memastikan pelaksanaan di lapangan.

“Pengawasan yang ketat sangat penting agar program ini berjalan sesuai tujuan, tanpa ada penyimpangan maupun penyelewengan,” tegasnya.

Meski demikian, Yulianus Henock juga menyoroti adanya laporan keracunan makanan di beberapa provinsi. Ia menilai insiden tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengganggu kelancaran program.

Ia bahkan menduga ada kemungkinan unsur kesengajaan. “Bisa jadi ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan sabotase. Aparat kepolisian harus segera menyelidiki dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat,” katanya.

Senator asal Kaltim itu menekankan pentingnya tindakan hukum yang cepat dan tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tidak boleh diabaikan.

Di sisi lain, Yulianus Henock berharap tidak ada pemotongan dana dalam pelaksanaan program ini. Baginya, setiap rupiah yang dialokasikan harus digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

“Jika program ini dijalankan dengan benar, maka cita-cita Presiden untuk membangun generasi kuat dan cerdas akan tercapai,” pungkasnya. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *