Terduga Teroris Berkedok Pedagang Buah Ditangkap Densus 88 di Parigi Moutong

oleh -204 Dilihat
Petugas Kepolisian melakukan penganganan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (Foto bidik layar akun tiktik @tvrinasional)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Poso – Operasi antiteror kembali digelar aparat kepolisian di Sulawesi Tengah. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap delapan orang yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, Rabu (6/5). Penindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap aktivitas kelompok radikal yang diduga masih bergerak secara tersembunyi.

Dari total delapan orang yang diamankan, empat ditangkap di wilayah Parigi Moutong dan empat lainnya di Kabupaten Poso. Seluruh terduga kini telah dibawa aparat untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman terkait dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Salah satu operasi penangkapan berlangsung di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Aparat bergerak sekitar pukul 01.30 Wita saat situasi lingkungan masih sepi dan sebagian besar warga sedang beristirahat.

Dalam proses penangkapan tersebut, aparat mengamankan seorang terduga tanpa adanya perlawanan. Situasi di lokasi dilaporkan berlangsung terkendali selama operasi berlangsung hingga petugas menyelesaikan pengamanan area sekitar.

Setelah penangkapan dilakukan, tim Densus 88 langsung menggeledah rumah terduga pelaku. Dari hasil penggeledahan, aparat menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kebutuhan penyidikan.

Barang bukti yang ditemukan di antaranya enam bilah parang, telepon genggam, dan beberapa kartu ATM. Aparat masih mendalami keterkaitan barang-barang tersebut dengan dugaan aktivitas jaringan terorisme yang sedang diselidiki.

Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, mengatakan warga yang diamankan selama ini dikenal menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Menurut dia, terduga pelaku berjualan buah dan berinteraksi seperti masyarakat pada umumnya.

“Yang bersangkutan kesehariannya berjualan buah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di lingkungan warga,” kata Jufri seperti dikutip Antara, Rabu (6/5).

Penangkapan tersebut membuat warga sekitar terkejut. Sebab, selama tinggal di lingkungan tersebut, tidak terlihat aktivitas yang dianggap mencurigakan maupun menonjol dari terduga pelaku.

Usai operasi dilakukan, aparat keamanan masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki hubungan dengan jaringan tersebut. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui pola pergerakan serta komunikasi para terduga.

Penindakan yang dilakukan Densus 88 ini kembali menunjukkan bahwa ancaman jaringan terorisme masih menjadi perhatian aparat keamanan, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah yang sebelumnya pernah menjadi basis aktivitas kelompok MIT Poso.

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur diketahui pernah terlibat dalam sejumlah aksi teror dan kekerasan bersenjata di wilayah Poso dan sekitarnya. Meski kekuatan kelompok tersebut diklaim terus melemah setelah operasi penegakan hukum secara berkelanjutan, aparat tetap meningkatkan pengawasan untuk mencegah munculnya kembali jaringan maupun simpatisan yang bergerak secara diam-diam di tengah masyarakat. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *