Andina Narang Ungkap Dampak Judi Online, dari Kerugian Finansial hingga Konflik Keluarga

oleh -204 Dilihat
Anggota Komisi I DPR RI Andina Theresia Narang (Foto: Instagram @andina.narang)
banner 468x60

Ulasankaltim.id – Bayang-bayang ancaman di ruang digital kembali mengemuka ketika praktik judi online dinilai semakin agresif menyasar masyarakat. Fenomena ini tidak hanya merambah kalangan dewasa, tetapi juga mengincar generasi muda yang kian akrab dengan teknologi.

Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, menegaskan bahwa judi online kini menjadi salah satu persoalan serius di era digital yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menilai perkembangan teknologi yang pesat turut membuka celah bagi aktivitas ilegal berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Andina dalam Webinar Literasi Digital bertajuk “Bijak Digital Tanpa Judi Online” yang digelar pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini membahas upaya pencegahan kejahatan digital melalui peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam forum tersebut, Andina menjelaskan bahwa kemudahan akses internet telah mempercepat penyebaran berbagai platform judi online. Kondisi ini membuat masyarakat semakin rentan terpapar tanpa adanya pemahaman yang memadai.

Ia mengungkapkan, pelaku judi online kerap menggunakan strategi visual yang menarik serta menawarkan keuntungan instan untuk memancing minat pengguna. Pola ini dinilai efektif menjebak korban, terutama dari kalangan anak muda.

“Judi online sering hadir dengan tampilan yang menarik dan iming-iming keuntungan instan. Sehingga banyak masyarakat, khususnya generasi muda, terjebak tanpa menyadari risikonya,” ujar Andina.

Menurutnya, dampak dari praktik tersebut tidak hanya terbatas pada kerugian finansial. Lebih jauh, judi online juga dapat memicu berbagai persoalan sosial yang kompleks.

Andina menyebutkan, kecanduan menjadi salah satu dampak yang paling sering terjadi. Selain itu, gangguan psikologis hingga konflik dalam keluarga juga kerap muncul akibat keterlibatan dalam aktivitas tersebut.

Ia menilai kondisi ini menunjukkan bahwa judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan sosial masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif.

Sebagai anggota legislatif, Andina menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemberantasan judi online. Ia menyebut pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus berperan aktif.

Selain penegakan hukum, ia menilai langkah preventif juga perlu diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpapar. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah melalui edukasi berkelanjutan.

Andina menyoroti literasi digital sebagai elemen penting dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang siber. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat bersikap lebih kritis.

“Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu mengenali, memahami, dan menghindari berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk judi online,” katanya.

Melalui peningkatan literasi digital, Andina berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan di internet serta mampu melindungi diri dari dampak negatif perkembangan teknologi. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *