Ulasankaltim.id, Gianyar – Atmosfer panas menyelimuti Stadion Kapten I Wayan Dipta saat Borneo FC Samarinda menghadapi Bali United dalam laga papan atas Liga 1. Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir dramatis setelah Pesut Etam mengamankan kemenangan 3-2 melalui duel penuh tekanan, intervensi VAR, dan lima gol yang tercipta sepanjang babak kedua.
Hasil tersebut membuat Borneo FC berhasil menyamai perolehan poin Persib Bandung di puncak klasemen sementara. Tambahan tiga poin membawa tim asuhan Pieter Huistra mengoleksi 75 poin dan menjaga persaingan gelar juara tetap terbuka hingga akhir musim.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif dengan mengandalkan tempo cepat dan permainan menyerang. Bali United sempat unggul lebih dahulu dan menekan lini pertahanan Borneo FC lewat sejumlah peluang berbahaya yang memaksa lini belakang tim tamu bekerja keras.
Memasuki babak kedua, Pieter Huistra melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Kaio Nunes dan Komang Teguh untuk menggantikan M. Sihran serta C. Santos. Pergantian tersebut langsung memberi dampak terhadap pola permainan Borneo FC yang tampil lebih menekan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-49 ketika Mariano Peralta mencetak gol penyeimbang. Pemain asal Argentina itu melewati penjagaan lawan sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan penjaga gawang Bali United. Skor berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat skuad Pesut Etam.
Bali United mencoba merespons cepat melalui serangan bertubi-tubi. Namun, penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil disiplin di bawah mistar. Pada menit ke-51 dan ke-55, Nadeo melakukan dua penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas tuan rumah.
Penampilan Nadeo kembali menjadi sorotan pada menit ke-63. Ia berhasil mengantisipasi peluang jarak dekat pemain Bali United yang nyaris membawa tim tuan rumah kembali unggul. Ketangguhan lini pertahanan Borneo FC membuat pertandingan tetap berjalan ketat hingga pertengahan babak kedua.
Situasi berubah pada menit ke-69 saat wasit menghentikan pertandingan untuk meninjau tayangan VAR terkait dugaan handball Bagas Adi di area terlarang. Setelah melakukan pengecekan, wasit memutuskan memberikan hadiah penalti kepada Borneo FC.
Mariano Peralta yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-74. Tendangannya ke sisi kanan gawang tidak mampu dibaca kiper Bali United dan membawa Borneo FC berbalik unggul 2-1.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Bali United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui situasi sepak pojok. Dalam kemelut di depan gawang, bola justru mengenai Caxambu dan masuk ke gawang sendiri sehingga tercipta gol bunuh diri.
Borneo FC kembali menunjukkan efektivitas serangan mereka pada menit ke-78. Juan Villa sukses memanfaatkan umpan silang Kaio Nunes dari sisi sayap dan mencetak gol ketiga bagi tim tamu. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan setelah skor berubah menjadi 3-2 untuk Pesut Etam.
Menjelang akhir pertandingan, tensi laga semakin meningkat. Dua gol tambahan Borneo FC melalui Obieta dan Juan Villa sempat dianulir VAR karena offside. Di masa injury time, Alfarezi Buffon mengalami cedera dan digantikan Ardi Idrus. Meski terus ditekan hingga peluit panjang berbunyi, Borneo FC mampu mempertahankan keunggulan dan membawa pulang kemenangan penting dalam persaingan papan atas Liga 1. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









