Teror OTK di Samarinda, Kapolresta Samarinda Minta Aktif Kembali Siskamling

oleh -349 Dilihat
Gambar Ilustrasi AI
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Warga Samarinda dikejutkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang menampilkan aksi mencurigakan sekelompok orang tak dikenal di kawasan Sungai Kunjang. Tayangan berdurasi singkat itu dengan cepat beredar di media sosial dan aplikasi pesan, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam rekaman terlihat empat hingga lima orang datang menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor. Wajah mereka tertutup rapat oleh helm dan masker sehingga sulit diidentifikasi. Beberapa pelaku terlihat mencoba berinteraksi di depan rumah, sementara lainnya berjaga dengan memperhatikan situasi sekitar.

Kondisi makin mencurigakan ketika rumah yang dituju ternyata dalam keadaan kosong. Kesempatan tersebut dimanfaatkan kelompok itu untuk masuk secara paksa. Sejumlah barang berharga berhasil dibawa kabur sebelum akhirnya mereka melarikan diri.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan pihaknya segera merespons peristiwa tersebut. “Kami tidak tinggal diam. Patroli langsung kami perkuat di seluruh kawasan permukiman, baik siang maupun malam,” tegasnya.

Hendri menyebut pengamanan tidak hanya mengandalkan unit Reskrim. Ia meminta Satuan Binmas terjun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan kepada warga, sementara Samapta ditugaskan menambah intensitas patroli. “Semua lini harus bergerak bersama. Pencegahan hanya bisa dilakukan bila seluruh fungsi kepolisian bersinergi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. “Kalau ada orang asing datang tanpa identitas jelas, jangan terburu-buru membuka pintu. Apalagi bila di rumah hanya ada anak-anak atau perempuan. Lebih baik berhati-hati,” kata Hendri.

Menurutnya, indikasi kuat menunjukkan aksi itu bukan perbuatan spontan. Penggunaan helm, masker, serta kendaraan tanpa pelat nomor dianggap sebagai tanda bahwa kelompok tersebut sudah merencanakan aksinya. “Ini bukan sekadar nekat. Mereka tahu cara menghindari pengawasan, termasuk kamera CCTV yang terpasang di lingkungan warga,” jelasnya.

Polisi kini menelaah lebih lanjut rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Hendri menyebut penyelidikan dilakukan bersamaan dengan upaya pencegahan agar masyarakat tetap merasa aman.

Ia juga mendorong warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan. “Ronda malam dan pos penjagaan warga masih relevan. Jangan sampai kita lengah hanya karena merasa lingkungan sudah aman,” ucapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya partisipasi aktif warga dalam membantu menjaga keamanan. “Polisi akan hadir dengan patroli, tetapi keterlibatan masyarakat melalui Siskamling sangat menentukan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Kasus ini, kata Hendri, menjadi pengingat bahwa kejahatan tidak hanya menyasar ruang publik, tetapi juga permukiman warga. Dengan mengombinasikan patroli polisi, penggunaan teknologi CCTV, serta kembali aktifnya sistem keamanan warga, ruang gerak pelaku bisa semakin terbatas.

“Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini sampai para pelaku tertangkap. Namun kami juga berharap masyarakat tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan,” pungkas Kapolresta. (Fzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *