Usai Nanik S Deyang Mundur, Sudaryono Ditunjuk Pimpin Badan Gizi Nasional

oleh -204 Dilihat
Foto Illustrasi Chat Gpt
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan tersebut dilakukan setelah Nanik S Deyang menyampaikan pengunduran diri dari jabatan yang diembannya karena alasan kesehatan.

Kepastian mengenai pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia mengatakan Presiden memilih Sudaryono agar kepemimpinan di lembaga tersebut tetap berjalan tanpa jeda.

Menurut Prasetyo, pelantikan Sudaryono dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama dengan pengumuman tersebut. Langkah itu ditempuh untuk memastikan operasional Badan Gizi Nasional tetap berlangsung optimal dan tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.

“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan, keputusan Presiden didasarkan pada keterlibatan Sudaryono sejak tahap awal penyusunan hingga pembahasan teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin BGN.

Selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono disebut aktif mengikuti proses perencanaan dan pengembangan program MBG. Kementerian Pertanian juga memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan bahan pangan yang menjadi kebutuhan utama program tersebut.

Prasetyo menilai hubungan kerja antara BGN dan Kementerian Pertanian selama ini sangat erat. Ketersediaan bahan baku pangan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

“Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan, pengalaman Sudaryono dalam mengawal sektor pangan diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.

Hingga berita ini disusun, Sudaryono belum memberikan pernyataan resmi terkait penunjukannya sebagai Kepala BGN. Berdasarkan informasi dari stafnya, ia masih mengikuti rapat internal di lingkungan Kementerian Pertanian.

Setelah menyelesaikan agenda tersebut, Sudaryono dijadwalkan menuju Istana Kepresidenan untuk mengikuti prosesi pelantikan sebagai pimpinan baru Badan Gizi Nasional.

Sementara itu, pergantian kepemimpinan di BGN terjadi setelah Nanik S Deyang memutuskan mengakhiri masa jabatannya yang baru berlangsung sekitar satu setengah bulan.

Pengunduran diri tersebut dilakukan karena Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung. Informasi itu disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Dirgayuza Setiawan.

Sebelum mengundurkan diri, Nanik resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026. Saat itu ia menggantikan Dadan Hindayana dalam struktur kepemimpinan lembaga tersebut.

Pada pelantikan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional serta Pemberhentian Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Dengan penunjukan Sudaryono, pemerintah memastikan kesinambungan kepemimpinan Badan Gizi Nasional tetap terjaga. Pergantian ini diharapkan dapat menjaga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai target, terutama dalam aspek koordinasi penyediaan bahan pangan dan implementasi program di lapangan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *