Senator DPD RI Tinjau Reklamasi PT TCM: “Inilah Bukti Tambang Bisa Pulihkan Alam”

oleh -410 Dilihat
Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M. Si didampingi oleh tim dari PT. TCM dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kab. Kubar setelah melakukan pengecekan lokasi reklamasi pasca tambang (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Kutai Barat – Suara mesin tambang telah lama terdengar di kawasan PT Trubaindo Coal Mining (TCM), Kabupaten Kutai Barat. Namun, di tengah hamparan hijau yang perlahan kembali tumbuh, jejak tangan manusia kini beralih dari menggali bumi menjadi menumbuhkan kehidupan baru. Pemandangan inilah yang disaksikan langsung oleh Anggota DPD RI asal Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Hencok Sumul, SH, M.Si, saat melakukan kunjungan kerja dan pengawasan pada Senin (13/10).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pengawasan DPD RI terhadap tata kelola lingkungan dan pelaksanaan reklamasi pasca tambang di wilayah Kalimantan Timur. Dalam kesempatan itu, Yulianus Henock meninjau langsung sejumlah area reklamasi yang dikelola PT TCM.

Yulianus Henock mengatakan, hasil pemantauannya di lapangan menunjukkan bahwa perusahaan tambang tersebut telah menjalankan proses reklamasi dengan baik. Ia menyebut langkah PT TCM dapat dijadikan contoh bagi perusahaan tambang lain di Kalimantan Timur.

“Saya melihat langsung bagaimana reklamasi dijalankan secara nyata oleh pihak perusahaan. Lahan bekas galian batu bara kini telah kembali hijau,” ujar Yulianus Henock disela peninjauan.

Menurutnya, keberhasilan reklamasi bukan hanya tentang menanam kembali pohon, tetapi juga tentang komitmen menjaga keseimbangan alam pasca eksploitasi sumber daya. Ia menilai PT TCM telah menunjukkan tanggung jawab tersebut.

Dari sejumlah titik yang dikunjungi, Yulianus Henock melihat berbagai jenis pohon tumbuh subur, bahkan sebagian di antaranya telah berusia lebih dari satu dekade. “Ada pohon Sengon, Ulin, Meranti, Kapur, Durian hingga beberapa pohon masuk dalam jenis Multi Purpose tree Species (MPTS) yang sudah berumur lebih dari 13 tahun,” ungkapnya.

Selain tanaman tua, Yulianus Henock juga mencatat adanya penanaman baru yang mulai menunjukkan hasil. Jenis pohon seperti Balsa, Trembesi, Waru, Kawai, dan Kayu Putih kini tumbuh di area reklamasi yang berusia di bawah lima tahun.

Menurut Yulianus Henock, upaya pemulihan lingkungan seperti yang dilakukan PT TCM menjadi harapan bagi keberlanjutan ekosistem dan generasi mendatang. Ia menyebut reklamasi yang tepat dapat menjadi simbol rekonsiliasi antara industri dan alam.

“Pemulihan yang dilakukan PT TCM memberi harapan bagi anak cucu kita nanti. Alam yang rusak bisa kembali hidup jika dikelola dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Namun, Yulianus Henock juga mengingatkan agar perusahaan tambang lain tidak mengabaikan kewajiban reklamasi. Ia menegaskan bahwa meninggalkan lubang tambang terbuka sama dengan menanam risiko bagi masyarakat.

“Saya berharap perusahaan tambang di Kaltim memperbaiki pelaksanaan reklamasi. Jangan biarkan lubang tambang menganga yang justru merugikan masyarakat dan menelan korban jiwa,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PT TCM bagian reklamasi, Herung, menjelaskan bahwa kegiatan reklamasi pasca tambang merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Menurut Herung, reklamasi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar. “Kami menjalankan reklamasi sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola lingkungan yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi PT TCM untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi wilayah sekitar operasi tambang. Reklamasi, kata Herung, adalah momentum perusahaan untuk mengembalikan keseimbangan alam.

“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi bagaimana kami memberi ruang bagi alam untuk pulih,” jelasnya.

Kunjungan dan pengawasan tersebut menegaskan kembali pentingnya sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Kalimantan Timur agar bumi yang pernah digali, kini kembali hijau dan memberi kehidupan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *