Ulasankatim.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat menanggapi keluhan warga dan relawan terkait kerusakan kendaraan setelah mengisi BBM di beberapa SPBU dalam kota. Walikota Samarinda, Andi Harun, langsung mengambil langkah taktis dengan memberikan bantuan kepada para korban.
Bantuan ini tidak hanya menyasar kendaraan pribadi milik warga, tetapi juga kendaraan operasional milik para relawan, termasuk ambulans dan mobil komando yang terdampak.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, mengatakan bahwa Walikota menunjukkan perhatian khusus terhadap para relawan. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir, video-video kendaraan relawan yang mogok setelah mengisi BBM sempat viral di media sosial.
“Kita sudah mendata ada sekitar 10 unit ambulans milik relawan yang mengalami kerusakan setelah mengisi BBM. Bahkan ada yang harus memindahkan pasien ke ambulans lain di tengah jalan karena kendaraan mati total,” ujar Joko, Kamis (10/4/2025).
Untuk mempermudah pendataan, Pemkot Samarinda akan menggandeng Info Taruna Samarinda untuk melakukan pendataan kendaraan ambulance relawan yang terkena imbas setelah mengisi BBM.
Selain ambulans, ITS juga masih melakukan pendataan terhadap kendaraan relawan lainnya seperti mobil komando dan pick up. Setelah data terkumpul, pengajuan bantuan tahap berikutnya akan segera dilakukan ke Pemkot.
“Langkah cepat ini patut diapresiasi. Walikota sudah menunjukkan keberpihakan dan kepedulian terhadap relawan yang selama ini bekerja di lapangan tanpa pamrih,” tambah Joko.
Bantuan yang akan diberikan oleh Walikota sebagai bentuk komitmen untuk merespons langsung kebutuhan masyarakat dan relawan yang terdampak insiden BBM bermasalah ini.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU terkait penyebab pasti kerusakan kendaraan setelah pengisian BBM. Namun, Pemkot memilih fokus pada penanganan korban lebih dulu.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keberlangsungan layanan publik, terutama yang bersifat darurat dan kemanusiaan.
Relawan berharap bantuan tersebut bisa segera direalisasikan agar operasional kendaraan bisa kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
Kasus ini sendiri masih menjadi sorotan di masyarakat. Warga berharap pihak terkait, termasuk Pertamina dan pengelola SPBU, bisa memberikan kejelasan dan solusi jangka panjang atas permasalahan ini. (Fer)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









