Jalur Mahulu Terisolasi! Longsor Poros Kenalung Lumpuhkan Transportasi

oleh -354 Dilihat
kondisi longsor Jalan poros Kubar - Mahakam Ulu (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Mahakam Ulu – Hujan yang tak kunjung reda selama beberapa hari terakhir membawa dampak besar bagi warga Mahakam Ulu. Sebuah ruas vital di Jalan Poros Kenalung, yang menghubungkan Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat, terputus total akibat longsor pada Minggu (13/4/2025) sekitar pukul 11.00 WITA.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun. Jalan amblas setelah tanah di sekitarnya tak mampu lagi menahan beban air hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Ruas jalan yang terdampak merupakan jalur strategis dengan status jalan provinsi, dan sebelumnya dibangun menggunakan dana APBN. Kini, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas sama sekali.

Pemutusan jalur ini secara langsung menghentikan arus barang dan mobilitas warga. Beberapa pengemudi terpaksa menunda perjalanan, sementara distribusi logistik menuju Mahulu ikut terganggu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Mahakam Ulu, Didik Subagja, mengonfirmasi terjadinya longsor dan menyatakan bahwa intensitas hujan menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.

“Curah hujan tinggi membuat struktur tanah kehilangan daya ikat. Longsor seperti ini belum pernah terjadi di titik tersebut sejak Mahulu berdiri,” ujar Didik.

Sebagai bentuk penanganan awal, pihaknya telah membuka jalur alternatif tidak jauh dari lokasi longsor. Jalan darurat ini dibuat agar masyarakat tetap dapat beraktivitas meski dengan keterbatasan.

“Jalur sementara sudah kami buka sekitar dua hingga lima meter dari titik longsor. Sejauh ini sudah digunakan dan relatif aman untuk dilewati kendaraan,” jelasnya.

Namun, Didik menekankan bahwa solusi ini bersifat sementara dan hanya mampu bertahan beberapa bulan, terutama jika cuaca ekstrem terus berlanjut.

Di sisi lain, Pemkab Mahulu telah menyampaikan laporan resmi kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. Jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan pemerintah pusat.

Panjang area longsor ditaksir lebih dari 40 meter, dengan kondisi struktur tanah yang belum stabil. Hal ini membuat penanganan permanen membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang.

Saat melakukan peninjauan, tim teknis juga menemukan tiga titik retakan tambahan dari arah Ujoh Bilang yang berpotensi memperluas dampak kerusakan bila tidak segera diperbaiki.

“Kami sudah laporkan juga ke BPBD Provinsi Kaltim. Tiga retakan itu perlu ditangani cepat agar tidak menjadi sumber longsor baru,” tambahnya.

Selain longsor, keretakan juga mulai terlihat pada badan jalan di sekitar lokasi. Ini menjadi sinyal bahwa wilayah tersebut berisiko mengalami kerusakan lanjutan dalam waktu dekat.

Didik berharap pemerintah pusat segera menurunkan alat berat dan memulai perbaikan menyeluruh agar konektivitas antara dua kabupaten tersebut dapat kembali normal.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur darurat, terutama saat hujan turun.

“Kami hanya bisa mengerjakan jalur darurat. Untuk solusi permanen, kami menunggu kebijakan dari pusat karena ini bukan kewenangan kami sepenuhnya,” pungkasnya. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *