21 Ribu Mahasiswa di Kaltim Terima Bantuan UKT Semester Genap 2026, Total Anggaran Capai Rp103 Miliar

oleh -261 Dilihat
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur selaku Juru Bicara Pemprov Kaltim, Faisal (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi kembali terealisasi. Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap tahun 2026 resmi dicairkan melalui Program Gratispol Pendidikan, dengan sasaran ribuan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur selaku Juru Bicara Pemprov Kaltim, Faisal, melaporkan bahwa pencairan tahap ini menyasar 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini memasuki semester genap. Mereka tersebar di seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/S) di Kalimantan Timur.

Total anggaran yang digelontorkan pada tahap ini mencapai Rp103.147.556.750. Dana tersebut ditransfer sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah daerah, berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi.

Sementara itu, bantuan Gratispol untuk mahasiswa semester empat, enam, dan delapan masih dalam proses verifikasi data kependudukan melalui sistem Dukcapil. Pemerintah menyatakan proses ini diperlukan untuk memastikan ketepatan sasaran dan validitas penerima manfaat.

Berdasarkan rekapitulasi tahun 2026, penerima manfaat Program Gratispol Pendidikan tersebar di 57 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Data tersebut menunjukkan cakupan program yang merata di berbagai kampus di Kaltim.

Dari kelompok perguruan tinggi negeri, penerima terbesar berasal dari Universitas Mulawarman dengan 5.134 mahasiswa dan nilai bantuan lebih dari Rp25,6 miliar. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam daftar penerima tahun ini.

Selanjutnya, bantuan juga disalurkan kepada 1.683 mahasiswa di Politeknik Negeri Samarinda, 1.541 mahasiswa di Institut Teknologi Kalimantan, serta 1.331 mahasiswa di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.

Dari kelompok perguruan tinggi swasta, jumlah penerima terbesar tercatat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan 3.477 mahasiswa dan nilai bantuan lebih dari Rp19,2 miliar. Angka tersebut menjadikan kampus ini sebagai penerima terbanyak di kategori PTS.

Berikutnya, bantuan juga diterima oleh 670 mahasiswa di Universitas Mulia dan 600 mahasiswa di Universitas Balikpapan. Pemerintah menyebut distribusi ini mencerminkan upaya menjangkau mahasiswa lintas kampus secara proporsional.

Program Gratispol Pendidikan merupakan salah satu kebijakan strategis Pemprov Kaltim untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Pemerintah daerah menargetkan pengurangan beban biaya kuliah yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian mahasiswa dan orang tua.

“Dengan pencairan ini, pemerintah berharap mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala biaya, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Kaltim di masa depan,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis yang diterima media, Jumat (13/2026).

Pemprov Kaltim menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi dan mengikuti mekanisme yang berlaku. Pemerintah juga memastikan keberlanjutan Program Gratispol sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *