Mantan Napiter Jadi Narasumber, SMKN 5 Samarinda Gelar Penyuluhan Cegah Radikalisasi di Kalangan Pelajar

oleh -249 Dilihat
Penyuluhan Pencegahan Radikalisme oleh Ahmadani (Foto : FZI)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Sat Binmas Polresta Samarinda menggelar penyuluhan pencegahan terorisme di SMKN 5 Samarinda, Kamis (19/12). Kegiatan ini dipimpin oleh IPTU Nurdin dan turut menghadirkan narasumber Ahmadani mantan narapidana terorisme (ex-napiter). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya radikalisasi dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif yang bisa merusak ideologi kebangsaan.

IPTU Nurdin dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyuluhan ini sangat relevan mengingat maraknya penggunaan media sosial yang bisa menjadi saluran bagi paham radikal untuk menyebar. Ia mengingatkan kepada para siswa agar selalu berhati-hati dalam berselancar di dunia maya dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengarah pada radikalisasi.

Menurut IPTU Nurdin, dalam era digital saat ini, penyebaran informasi bisa begitu cepat dan sulit untuk diidentifikasi kebenarannya. Oleh karena itu, ia menekankan agar para pelajar selalu berpikir kritis terhadap segala informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan ideologi dan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Penyuluhan ini juga melibatkan narasumber Ahmadani mantan napiter dari kasus bom gereja oikumene sengkotek di samarinda yang berbagi pengalaman pribadi mengenai proses radikalisasi dan bagaimana mereka keluar dari pengaruh tersebut. Cerita dari narasumber tersebut diharapkan dapat membuka wawasan bagi para siswa tentang bagaimana radikalisasi bisa terjadi, serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghindarinya.

Para siswa dan siswi SMKN 5 Samarinda tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan. Mereka menyimak dengan seksama penjelasan dari IPTU Nurdin dan narasumber, serta aktif bertanya mengenai cara-cara mengidentifikasi ajakan-ajakan radikal yang mungkin mereka temui di dunia maya.

IPTU Nurdin menegaskan bahwa dalam menghadapi potensi penyebaran radikalisasi, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting. Ia mengimbau agar semua pihak saling berkoordinasi dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, khususnya bagi generasi muda yang rentan terpapar pengaruh negatif.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif dari para siswa. Mereka menganggap acara ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran mereka akan bahaya terorisme dan radikalisasi. Diharapkan, dengan adanya penyuluhan ini, para pelajar bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mampu mengenali serta menghindari segala bentuk paham yang dapat merusak kesatuan bangsa. (FZI)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *