Kebakaran Tengah Malam di Palaran, Bangsalan 7 Pintu Dilalap Api

oleh -203 Dilihat
Suasana kebakaran yang menghanguskan kontrakan tujuh pintu di Kelurahan Rawa Makmur (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan HB Soeparno, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda, Sabtu (15/8/2026) malam. Satu bangunan bangsalan yang terdiri dari tujuh pintu terbakar, sementara dua bangunan lain di sekitar lokasi turut terdampak.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Api yang muncul di tengah permukiman membuat warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hery Suhendra, menyebut informasi awal diterima dari masyarakat dan kemudian diteruskan kepada petugas di lapangan.

“Laporan kami terima sekitar pukul 23.00 Wita. Data sementara dari Ketua RT, yang terbakar satu bangsalan tujuh pintu dan terdampak dua bangunan,” kata Hery.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Disdamkarmat Samarinda langsung mengerahkan armada menuju lokasi. Enam unit kendaraan pemadam dikerahkan, masing-masing tiga unit dari Posko 6 dan tiga unit dari Posko 5.

Proses pemadaman juga dibantu sejumlah relawan serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain, mengingat sebagian material bangunan yang terbakar berbahan kayu.

“Untuk Posko 6 ada tiga unit, kemudian Posko 5 juga tiga unit. Kami dibantu teman-teman relawan dan Redkar,” ujar Hery.

Sekitar 45 menit setelah penanganan dilakukan, kobaran api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi menyala kembali.

Dalam penanganan di lapangan, akses menuju lokasi tidak menjadi persoalan berarti. Kendaraan pemadam berukuran besar masih dapat menjangkau kawasan tersebut. Namun, petugas menghadapi kendala lain berupa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

“Untuk akses kendaraan besar masih bisa. Kendalanya lebih kepada minimnya sumber air di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Hingga penanganan kebakaran berakhir, Disdamkarmat belum memperoleh kepastian mengenai kondisi penghuni bangsalan saat kejadian berlangsung. Begitu pula penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Hery mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk memastikan sumber awal api.

“Untuk penyebab kebakaran masih menunggu dari pihak kepolisian. Kami juga belum tahu apakah bangsalan tersebut berpenghuni atau tidak,” pungkasnya. (Yanur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *