Ulasankaltim.id, Samarinda – Kawasan pemukiman padat penduduk di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, mendadak mencekam akibat amukan si jago merah pada Sabtu pagi.
Peristiwa nahas yang melanda area Jalan Hasan Basri Gang 2 tersebut menghanguskan sebuah bangunan bangsal berkapasitas puluhan pintu serta satu unit kediaman dua lantai.
Musibah ini bermula sekitar pukul 08.10 WITA ketika titik api pertama kali terlihat muncul dari area pertengahan kompleks bangsal.
Dalam hitungan menit, kobaran api menyebar sangat cepat dan langsung menjalar ke struktur bangunan lain di sekitarnya.
Asap tebal berwarna hitam tampak membumbung tinggi ke udara, memicu kepanikan massal di kalangan penghuni pemukiman setempat.
Warga berebut menyelamatkan diri ke tempat aman, sementara sebagian lainnya sigap menyelematkan harta benda sebelum amuk api makin meluas.
Salah seorang saksi mata, Tomi, menceritakan bahwa kobaran api mendadak membesar tanpa disadari warga sekitar hingga memaksa semua orang melarikan diri.
Situasi di lokasi sempat diwarnai kepanikan hebat usai terdengar dentuman keras yang diduga berasal dari ledakan tabung gas milik warga.
Merespons laporan yang masuk, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda langsung menerjunkan personel menuju lokasi kejadian.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengonfirmasi bahwa amukan api merusak dua bangunan utama, termasuk rumah kos berkapasitas 20 pintu dan satu rumah bertingkat.
Selain bangunan pemukiman, kobaran api juga menghanguskan sejumlah armada transportasi warga, di antaranya satu unit kendaraan roda empat dan empat unit sepeda motor.
Upaya penjinakan api sempat terkendala oleh akses jalan berupa gang sempit serta kerumunan warga yang memadati area sekitar lokasi kejadian.
Berkat kolaborasi solid antara petugas pemadam dan relawan lokal, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya dalam kurun waktu satu jam.
Meski tidak menelan korban jiwa, sebanyak 6 kepala keluarga atau 25 jiwa kehilangan tempat tinggal, serta dugaan awal penyebab timbulnya api mengarah pada korsleting listrik. (Yanur)









