Ulasankaltim.id, Balikpapan – Kisah memilukan terjadi di Balikpapan Utara. Seorang anak perempuan di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum pemilik kos. Tindakan keji ini tidak hanya menyebabkan luka fisik serius pada korban tetapi juga meninggalkan trauma mendalam. Kasus ini telah dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan hukum.
Merespons kasus tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Nabil Husien Said Amin, mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Kalimantan Timur, untuk segera mengambil langkah tegas. Ia menilai kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terus berulang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
“Kekerasan terhadap anak terus berulang. Apa yang dialami korban ini sangat menyayat hati. Saya meminta kepolisian segera menuntaskan kasus ini secara profesional dan tegas,” ujar Nabil Husien dalam pernyataannya kepada media.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Nabil menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap peristiwa ini. Ia mengingatkan bahwa dampak dari kejahatan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Menurutnya, trauma yang dialami korban dapat memengaruhi masa depan anak tersebut.
“Kejahatan seksual terhadap anak ini sangat tidak dapat ditolerir. Selain merusak masa depan korban, hal ini juga mencederai rasa keadilan di masyarakat. Hukuman yang diberikan harus memberikan efek jera kepada pelaku,” tegas politisi Partai NasDem itu.
Nabil juga berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga selesai. Ia memastikan bahwa dirinya akan terus memantau perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan sesuai prosedur.
“Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan kasus ini ditangani dengan baik. Terlebih lagi, kasus ini terjadi di daerah pemilihan saya, Kalimantan Timur,” jelasnya.
Kejahatan seksual terhadap anak di Kalimantan Timur memang menjadi isu yang memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang menjadi korban jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa. Fakta ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap anak di wilayah tersebut.
Nabil berharap kasus ini menjadi momen bagi penegak hukum untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak. “Kita semua harus bergerak bersama. Mulai dari penegakan hukum yang tegas hingga peningkatan kesadaran masyarakat untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya. (FER)









