Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana tenang di permukiman warga Jalan Ir Sutami Gang H Saleh RT 9, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, mendadak berubah mencekam pada Senin pagi, 25 Mei 2026. Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya, memicu kepanikan warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi kejadian.
Korban diketahui berinisial K (64), seorang warga setempat yang selama ini dikenal aktif berbaur dengan lingkungan sekitar. Ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 10.00 Wita di area belakang dapur rumahnya dengan tali jemuran melilit di bagian leher.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Khusnah saat melintas di sekitar rumah korban. Saat itu, ia sedang berjalan kaki untuk menjemput anaknya pulang sekolah.
Khusnah mengaku terkejut ketika melihat tubuh korban tergantung di belakang rumah. Ia menyebut awalnya tidak menyangka pemandangan yang dilihatnya merupakan tubuh manusia karena kondisi lokasi yang cukup tertutup.
“Pertama saya lihat sekitar pukul 10.00 Wita sudah dalam keadaan tergantung,” ujar Khusnah kepada wartawan di lokasi kejadian.
Dalam kondisi panik, Khusnah memilih tidak mendekat ke lokasi. Ia langsung berbalik arah menuju rumahnya untuk meminta bantuan warga lain setelah memastikan apa yang dilihatnya merupakan tubuh korban.
Ia mengatakan dirinya cukup mengenal korban karena rumah mereka berada saling berhadapan. Menurutnya, korban selama ini dikenal ramah dan masih aktif menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Korban diketahui bekerja sebagai tukang bangunan. Selain itu, warga sekitar juga mengenalnya sebagai sosok yang pernah menjadi marbot dan rutin mengumandangkan azan di langgar kawasan tempat tinggalnya.
“Subuh tadi masih sempat ke langgar untuk azan subuh,” kata Khusnah.
Keterangan warga tersebut membuat banyak tetangga mengaku tidak menyangka korban ditemukan meninggal dunia beberapa jam kemudian. Pasalnya, tidak terlihat perubahan mencolok dari perilaku korban dalam beberapa waktu terakhir.
Tak lama setelah menerima laporan warga, personel Samapta bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan area sekitar rumah korban.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dugaan bunuh diri sekitar pukul 10.00 Wita. Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tergantung di belakang rumah menggunakan tali jemuran.
“Korban ditemukan di belakang rumah dalam posisi tergantung menggunakan tali jemuran di bagian leher,” ujar Ilham.
Meski dugaan awal mengarah pada aksi bunuh diri, polisi memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh. Tim Inafis disebut menemukan sejumlah indikasi yang masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga menyebut tidak ditemukan patahan pada bagian leher yang umumnya dijumpai dalam kasus gantung diri.
Namun demikian, Tim Inafis menemukan adanya luka berupa dua patahan di bagian rahang kanan korban. Temuan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan dan akan diperkuat melalui pemeriksaan medis lanjutan.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani visum. Kepolisian menyatakan autopsi lanjutan akan dilakukan apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada unsur tindak pidana. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









