Kajian Teknis Rampung, Lampu Stadion Palaran Segera Dipasang di Stadion Segiri

oleh -202 Dilihat
Pembahasan Pemindahan Lampu Stadion Segiri oleh Dispora Kaltim dan Samarinda (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mematangkan rencana peningkatan fasilitas Stadion Segiri. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan ialah pemindahan sistem pencahayaan dari Stadion Palaran sebagai upaya memenuhi standar penerangan yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan pertandingan sepak bola profesional.

Saat ini, rencana tersebut memasuki tahapan akhir. Pemerintah menyebut seluruh kajian teknis telah diselesaikan dan tinggal menunggu arahan Gubernur Kalimantan Timur sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan.

Perkembangan itu disampaikan setelah pertemuan antara jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan manajemen Borneo FC. Pertemuan tersebut membahas kesiapan peningkatan fasilitas Stadion Segiri sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai rencana pemindahan lampu dari Stadion Palaran.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Plt Kadispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, mengatakan peningkatan kualitas pencahayaan merupakan salah satu kebutuhan utama Stadion Segiri agar mampu memenuhi ketentuan yang berlaku dalam kompetisi sepak bola profesional.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi yang dilakukan oleh AFC, AFF, dan PSSI menunjukkan masih terdapat kekurangan pada aspek pencahayaan stadion. Karena itu, pemerintah menilai perlu dilakukan peningkatan agar Stadion Segiri dapat digunakan untuk menggelar pertandingan dengan standar yang lebih tinggi.

Menurut Rasman, kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan Borneo FC sebagai pengguna stadion, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kalimantan Timur.

Sebagai solusi, pemerintah mempertimbangkan pemanfaatan perangkat lampu yang berada di Stadion Palaran. Fasilitas tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat dialihkan untuk mendukung operasional Stadion Segiri.

Meski demikian, proses pemindahan tidak dilakukan tanpa perencanaan. Pemerintah memastikan setiap tahapan akan mengacu pada hasil kajian teknis guna menjamin keamanan instalasi serta efektivitas sistem pencahayaan setelah dipasang.

Rasman mengungkapkan simulasi telah dilaksanakan oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tenaga ahli, serta tim teknis PSSI. Simulasi itu bertujuan mengukur kemampuan lampu Stadion Palaran dalam meningkatkan kualitas penerangan Stadion Segiri.

Berdasarkan hasil simulasi, apabila seluruh lampu dipindahkan, tingkat pencahayaan Stadion Segiri diperkirakan mencapai sekitar 1.667 lux. Angka tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas penerangan secara signifikan meskipun masih terdapat sedikit kekurangan dibanding standar ideal.

Pemerintah optimistis selisih tersebut dapat dipenuhi melalui sejumlah penyesuaian teknis pada tahap pemasangan. Dengan demikian, target pencahayaan yang dibutuhkan diyakini tetap dapat dicapai.

Saat ini, pemerintah tinggal menunggu keputusan Gubernur Kalimantan Timur sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan. Setelah mendapat persetujuan, proses pemindahan lampu akan segera dilakukan sesuai tahapan yang telah disiapkan.

Pemprov Kaltim juga menargetkan seluruh pekerjaan dapat dirampungkan sebelum dimulainya kompetisi Super League. Target itu disusun agar Stadion Segiri sudah siap digunakan sebagai kandang Borneo FC dengan fasilitas yang lebih memadai.

Rasman menilai polemik yang sempat berkembang mengenai proyek tersebut muncul karena informasi yang diterima masyarakat belum sepenuhnya utuh. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyampaikan perkembangan berdasarkan data dan hasil kajian yang telah dilakukan.

Ia menegaskan setiap kebijakan yang diambil mengutamakan aspek teknis, efisiensi pemanfaatan aset daerah, serta kepentingan jangka panjang bagi perkembangan olahraga di Kalimantan Timur.

Dengan peningkatan fasilitas tersebut, Stadion Segiri diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan kompetisi domestik, tetapi juga memiliki peluang menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan internasional maupun pemusatan latihan tim nasional apabila seluruh persyaratan infrastruktur telah terpenuhi. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *