Ulasankaltim.id, Samarinda – Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang diduga melompat dari Jembatan Mahakam I akhirnya menemukan titik terang. Setelah beberapa waktu dilakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Gilang Putra Ramadhan (23) dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Samarinda, Kamis (11/6/2026) dini hari.
Penemuan tersebut mengakhiri upaya pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat, relawan, serta masyarakat yang turut membantu sejak laporan hilangnya korban diterima.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan informasi mengenai keberadaan jasad korban pertama kali diperoleh dari relawan yang berada di sekitar lokasi penemuan.
Menurut Aries, laporan tersebut diterima Pos SAR Samarinda sekitar pukul 00.30 WITA. Setelah menerima informasi, tim segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan identitas korban sekaligus melakukan proses evakuasi.
“Pos SAR Samarinda menerima informasi dari rekan relawan terkait adanya jenazah yang ditemukan mengapung di wilayah Teluk Lerong dan diduga merupakan pemuda yang sebelumnya dilaporkan hilang dari kawasan Jembatan Mahakam,” kata Aries.
Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sejumlah ciri yang sebelumnya telah diketahui dari pihak keluarga.
Dari hasil identifikasi tersebut, jenazah yang ditemukan dipastikan merupakan Gilang Putra Ramadhan. Korban ditemukan sekitar 3,27 kilometer dari lokasi yang diduga menjadi titik awal dirinya terjatuh atau melompat ke Sungai Mahakam.
Aries menjelaskan, proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Tim SAR Gabungan berhasil membawa jasad korban keluar dari perairan pada pukul 01.56 WITA.
“Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dibawa untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Kepastian identitas korban juga diperkuat oleh pakaian yang dikenakan saat ditemukan. Pakaian tersebut sesuai dengan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam aktivitas Gilang ketika meninggalkan rumah pada malam sebelum kejadian.
Sebelumnya, keluarga telah melaporkan sejumlah petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban di sekitar Jembatan Mahakam. Di antaranya berupa surat berisi pesan singkat bertuliskan “Saya di Jembatan Mahakam”.
Selain surat tersebut, keluarga juga menemukan sepasang sandal yang diduga milik Gilang berada di sekitar area jembatan. Temuan itu kemudian menjadi salah satu dasar pencarian yang difokuskan di sepanjang aliran Sungai Mahakam.
Usai proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Aries menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia mengucapkan terima kasih kepada personel Tim SAR Gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga proses pencarian dapat berjalan hingga korban berhasil ditemukan. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









