Gerakan Swadaya Warga Samarinda, Ghost Aspal Perbaiki Jalan Demi Kurangi Risiko Kecelakaan

oleh -201 Dilihat
Relawan "Ghost Aspal" melakukan penambalan jalan yang berlubang di kawasan Jl. Ahmad Yani 1 (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Ketika sebagian masyarakat mengeluhkan kondisi jalan rusak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, sekelompok relawan di Samarinda memilih mengambil langkah nyata. Mereka turun langsung ke lapangan untuk menutup sejumlah lubang di Jalan Ahmad Yani sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Aksi sosial tersebut dilakukan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam komunitas relawan bernama Ghost Aspal. Kegiatan dipimpin oleh Mukhlasin dan Abdul Giaz bersama beberapa anggota komunitas yang secara sukarela terlibat dalam perbaikan jalan.

Penambalan difokuskan pada empat titik jalan berlubang yang tersebar di kawasan Jalan Ahmad Yani 1 dan Jalan Ahmad Yani 2. Kedua lokasi itu dinilai memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi bagi pengendara, terutama pada malam hari.

Kegiatan berlangsung pada kamis (11/6/26) malam sekitar pukul 22.00 Wita hingga 23.00 Wita. Para relawan memanfaatkan waktu tersebut karena kondisi lalu lintas relatif lebih lengang sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan aman tanpa mengganggu arus kendaraan.

Abdul Giaz mengatakan gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak kerap menjadi penyebab pengendara kehilangan kendali, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama para relawan tidak dilandasi kepentingan tertentu. Seluruh proses berjalan atas dasar kesadaran bersama untuk membantu menciptakan kondisi jalan yang lebih aman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, malam ini teman-teman bergerak karena merasa terpanggil untuk membantu menjaga keselamatan masyarakat Kalimantan Timur yang melintas di kawasan ini,” ujar Abdul Giaz di sela kegiatan.

Seluruh kebutuhan dalam pelaksanaan aksi tersebut, mulai dari material hingga perlengkapan kerja, diperoleh melalui swadaya para relawan. Pendanaan berasal dari kontribusi pribadi anggota komunitas dan dukungan sukarela dari pihak yang memiliki kepedulian serupa.

Meski dilakukan secara sederhana, para relawan berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pengguna jalan. Setidaknya, keberadaan lubang yang telah ditutup dapat mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.

Abdul Giaz juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada keselamatan masyarakat. Menurutnya, dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dapat memperluas jangkauan kegiatan serupa.

Ia menilai kolaborasi antara masyarakat dan sektor swasta dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menangani persoalan infrastruktur yang memerlukan perhatian cepat, khususnya di titik-titik yang dianggap membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, Mukhlasin mengungkapkan komunitas Ghost Aspal terbentuk dari diskusi sederhana antarwarga yang memiliki keresahan yang sama terhadap kondisi sejumlah ruas jalan di Samarinda. Dari perbincangan tersebut kemudian muncul gagasan untuk melakukan aksi langsung di lapangan.

Menurutnya, komunitas tidak memiliki agenda tetap dalam menjalankan kegiatan penambalan jalan. Para relawan bergerak berdasarkan informasi dan laporan masyarakat mengenai keberadaan jalan berlubang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Mukhlasin berharap langkah kecil yang dilakukan bersama para relawan dapat menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keselamatan pengguna jalan. Ia juga berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *