Ulasankaltim.id, Kutai Barat – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, menggelar kegiatan Sosialisasi Ke-VII MPR RI di daerah pemilihan Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Negeri 006, Dusun Muara Bunyut, Desa Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Senin (15/12/2025).
Sosialisasi ini mengangkat tema “Merawat Persatuan dalam Kemajemukan: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Tengah Keberagaman Suku”. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Siswa dan Guru SD Negeri 006, Dusun Muara Bunyut, Desa Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat dan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Yulianus menekankan pentingnya memperkenalkan Empat Pilar Kebangsaan sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, pendidikan kebangsaan pada usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter warga negara yang berintegritas dan berjiwa persatuan.
“Anak-anak usia sekolah dasar sedang berada pada fase pembentukan nilai. Di sinilah pentingnya mengenalkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai dasar menjadi warga negara yang baik,” ujar Yulianus dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan membantu anak-anak menyadari bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, dan budaya. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh dengan sikap saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan.
Yulianus juga menyoroti peran nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari siswa, khususnya sila keempat yang mengajarkan musyawarah. Ia menilai pembiasaan berdiskusi sejak dini dapat membentuk sikap demokratis dan menghindarkan anak-anak dari konflik yang tidak perlu.
“Musyawarah mengajarkan anak-anak untuk mendengar, menghargai pendapat orang lain, dan menerima keputusan bersama dengan sikap terbuka,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan nilai kebangsaan di lingkungan sekolah dapat menumbuhkan kesadaran untuk mendahulukan kepentingan bersama. Hal tersebut, menurutnya, penting dalam membangun kebiasaan bekerja sama dan sikap adil dalam kehidupan sosial.
Selain aspek persatuan, Yulianus menegaskan bahwa pemahaman Empat Pilar juga menjadi bekal anak-anak dalam menghadapi tantangan era digital. Arus informasi yang cepat dinilai membutuhkan landasan nilai yang kuat agar generasi muda mampu berpikir kritis dan bertindak bijak.
“Empat Pilar Kebangsaan menjadi penuntun agar anak-anak tidak mudah terpengaruh informasi negatif, sekaligus membentuk pribadi yang toleran dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Yulianus berharap pendidikan kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai materi formal, tetapi juga diinternalisasi dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ia menilai penguatan nilai kebangsaan sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









