Harga Pertamax Berpotensi Turun, Pertamina Tunggu Dampak Pelemahan Minyak Dunia

oleh -201 Dilihat
Foto Illustrasi ChatGPT
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Jakarta – Penurunan harga minyak mentah dunia mulai membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan harga bahan bakar fminyak (BBM) nonsubsidi yang lebih rendah. PT Pertamina (Persero) disebut tengah menyiapkan skema penyesuaian harga secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan pasar energi global.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengungkapkan bahwa Dewan Komisaris telah mendorong jajaran direksi dan manajemen agar segera menyiapkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Langkah tersebut direncanakan mulai diberlakukan pada awal Juli 2026 seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia.

Menurut Iriawan, kebijakan penyesuaian harga perlu mengikuti dinamika harga minyak global. Ia menilai momentum penurunan harga minyak menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengevaluasi kembali harga jual BBM nonsubsidi kepada masyarakat.

Meski demikian, Iriawan menjelaskan bahwa penurunan harga di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak dapat dilakukan secara langsung. Pertamina masih harus mempertimbangkan biaya pengadaan minyak mentah yang dibeli ketika harga dunia masih berada pada level tinggi.

Ia menerangkan, harga BBM yang saat ini beredar di pasaran merupakan hasil pengolahan minyak yang dibeli pada periode sebelumnya. Karena itu, perubahan harga minyak mentah dunia baru akan berdampak terhadap harga BBM setelah melalui proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi.

Iriawan juga menyinggung bahwa harga minyak dunia sebelumnya sempat melampaui 80 dolar Amerika Serikat per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga BBM nonsubsidi beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Pertamina terakhir kali menyesuaikan harga BBM nonsubsidi pada 10 Juni 2026. Dalam kebijakan tersebut, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Turbo tetap dipatok sebesar Rp20.750 per liter. Adapun Dexlite dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex berada di level Rp24.800 per liter.

Terkait besaran penurunan harga yang akan diterapkan, Iriawan menyatakan keputusan tersebut masih dalam tahap evaluasi. Menurutnya, Pertamina akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia sebelum menetapkan kebijakan baru agar tetap sesuai dengan kondisi pasar.

“Kami berharap penyesuaian harga nantinya dapat memenuhi harapan masyarakat. Besarannya masih akan dihitung berdasarkan perkembangan harga minyak dunia dan mekanisme yang berlaku,” ujar Iriawan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *