Senator Yulianus Henock: Pertanian Butuh Hilirisasi, Irigasi, dan Subsidi Pupuk

oleh -380 Dilihat
Senator Dapil Kaltim Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M. Si bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di acara Senator Peduli Ketahanan Pangan (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Pangkep – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali menjadi perhatian utama pemerintah. Kementerian Pertanian bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menunjukkan komitmennya lewat kegiatan tanam jagung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/9/25).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir langsung dalam agenda bertema “Senator Peduli Ketahanan Pangan”. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa target swasembada pangan yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto terus dikejar dengan percepatan.

Menurut Amran, target swasembada yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun kini dipadatkan menjadi tiga tahun. Bahkan, ia optimistis capaian tersebut bisa diraih hanya dalam satu tahun.

“Kami tidak boleh berhenti di tengah jalan. Justru dalam tekanan, lahir keberhasilan. Saat ini Indonesia tidak lagi impor beras maupun jagung. Stok pangan kita bahkan berada di titik tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran.

Selain produksi, Amran juga menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian. Menurutnya, pengolahan hasil di dalam negeri akan memberi nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional.

“Kelapa, kakao, hingga gambir adalah komoditas yang bisa diolah untuk memperkuat industri dalam negeri. Presiden telah memberi arahan agar hilirisasi menjadi fokus dengan nilai investasi Rp371 triliun. Dari program ini, delapan juta tenaga kerja diproyeksikan terserap,” jelasnya.

Kegiatan tanam jagung di Pangkep tidak hanya menegaskan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga menggambarkan sinergi antara kementerian dengan para senator.

Senator asal Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan.

Menurut Yulianus, keberhasilan Indonesia menuju swasembada pangan layak diapresiasi. Namun, ia juga menekankan perlunya perhatian serius terhadap persoalan lahan yang kian tergerus oleh perkebunan sawit dan alih fungsi menjadi kawasan permukiman.

“Lahan pertanian harus diperluas agar produksi tetap terjaga. Pemerintah juga perlu memaksimalkan distribusi bantuan alat pertanian, pupuk bersubsidi, serta pembangunan irigasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kemandirian pangan melalui pengendalian impor. Menurutnya, bahan pangan yang bisa diproduksi di dalam negeri sebaiknya tidak lagi bergantung pada pasar luar negeri.

Ia juga menilai keberadaan Bulog sangat strategis untuk melindungi petani dari praktik ijon dan tekanan tengkulak. Dengan begitu, hasil panen petani bisa terserap dengan harga yang layak.

Kegiatan di Pangkep ini menegaskan bahwa upaya swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan dukungan legislatif serta masyarakat luas.

Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi visi bersama menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Langkah ini juga dianggap sejalan dengan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan strategi produksi yang diperkuat, hilirisasi yang berjalan, dan dukungan politik dari para senator, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional bisa tercapai lebih cepat dari target awal.

Kehadiran Menteri Pertanian dan para senator di Pangkep menjadi simbol bahwa agenda swasembada pangan terus mendapat perhatian serius. Harapannya, kerja sama lintas sektor ini benar-benar mampu memastikan pangan nasional tercukupi dan kesejahteraan petani semakin meningkat. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *