Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana di Jembatan Mahakam I, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Jumat pagi (5/6/2026), mendadak menjadi perhatian publik setelah beredar informasi adanya dugaan seorang warga yang terjatuh atau melompat ke Sungai Mahakam. Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perhatian warga sekitar.
Informasi tersebut pertama kali muncul setelah sejumlah warga yang sedang beraktivitas olahraga melintasi jembatan menemukan beberapa barang pribadi yang ditinggalkan di area pejalan kaki.
Warga yang menjadi saksi di lokasi mengaku saat itu sedang bersepeda bersama dua rekannya. Mereka kemudian melihat adanya jaket, sandal, serta sebuah surat yang tergeletak di atas jembatan.
Temuan tersebut langsung menimbulkan kecurigaan bahwa barang-barang itu berkaitan dengan seseorang yang diduga berada di sekitar lokasi sebelum kejadian berlangsung.
Tidak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian dari Polresta Samarinda segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan awal dan mengamankan lokasi.
Pampta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan seseorang yang diduga melompat ke Sungai Mahakam dengan meninggalkan sejumlah barang pribadi.
Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah barang ditemukan di lokasi, di antaranya jaket, tas, telepon genggam, sandal, serta sebuah surat yang diduga milik orang tersebut.
Dalam keterangan awalnya, pihak kepolisian menduga korban sebelumnya sempat menjalani perawatan medis, termasuk pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan mata, berdasarkan barang dan informasi yang ditemukan di lokasi.
Selain itu, ditemukan pula secarik kertas berisi tulisan yang mengindikasikan tekanan psikologis, yang saat ini masih menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan pihak kepolisian.
Petugas juga segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Jembatan Mahakam I guna membantu mengungkap kronologi kejadian secara lebih jelas.
Namun demikian, pihak kepolisian menyebut bahwa akses terhadap rekaman CCTV di kawasan jembatan tersebut berada di bawah kewenangan pihak Pelindo, sehingga proses permintaan data masih berlangsung.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan upaya pencarian dan pendalaman informasi untuk memastikan kebenaran peristiwa serta identitas pasti dari orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Situasi di sekitar lokasi sempat menjadi perhatian warga yang melintas, namun aktivitas di Jembatan Mahakam I tetap berjalan seperti biasa setelah petugas melakukan pengamanan awal.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan terkait peristiwa ini dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Peristiwa ini masih dalam tahap penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara jelas dan akurat sesuai prosedur yang berlaku. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









