Ulasankaltim.id, Samarinda – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Untung Suropati, Gang KBB, RT 08, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Minggu (19/7/2026) malam. Sedikitnya lima rumah tunggal ludes terbakar dalam peristiwa yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, mengakibatkan tujuh kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.15 WITA setelah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda menerima laporan dari warga mengenai kobaran api yang dengan cepat membesar di tengah kawasan permukiman.
Petugas pemadam segera menuju lokasi begitu menerima informasi. Namun saat tiba, api telah menguasai lima bangunan yang berdiri saling berdekatan sehingga berisiko merambat ke rumah-rumah lain di sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat petugas memprioritaskan upaya melokalisasi api agar tidak meluas. Strategi pemadaman difokuskan pada perlindungan bangunan yang masih dapat diselamatkan sembari menjinakkan kobaran api yang terus membesar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran dari masyarakat.
Ia menjelaskan, saat petugas tiba, lima rumah sudah dalam kondisi terbakar sehingga langkah utama yang dilakukan adalah mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 23.20 WITA. Selama kurang lebih satu jam 20 menit, petugas bersama relawan terus berupaya mengendalikan kobaran api hingga akhirnya situasi berhasil dinyatakan aman.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Akses jalan menuju titik kebakaran yang sempit menyulitkan mobil pemadam untuk mendekati lokasi sehingga selang harus dibentangkan dalam jarak yang cukup jauh.
Selain akses yang terbatas, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga minim. Kondisi itu mengharuskan armada pemadam melakukan pengisian air secara bergantian agar suplai tetap tersedia selama proses pemadaman berlangsung.
Akhmad juga mengungkapkan banyaknya warga yang berkumpul di sekitar lokasi sempat menghambat ruang gerak petugas. Meski demikian, koordinasi antara petugas, relawan, dan masyarakat membuat proses penanganan tetap dapat berjalan hingga api berhasil dikendalikan.
Untuk mempercepat penanganan, Disdamkarmat mengerahkan personel dari Posko 4, Posko 5, dan Posko 10. Kekuatan tersebut diperkuat dengan dukungan berbagai unit pemadam kebakaran swasta serta relawan dari sejumlah wilayah di Kota Samarinda.
Secara keseluruhan, sebanyak 12 unit mobil tangki pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi bersama 24 mesin pemadam portabel milik relawan. Seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain.
Kolaborasi antara petugas pemerintah dan relawan dinilai berperan penting dalam mempercepat proses pengendalian api. Disdamkarmat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat membantu penanganan kebakaran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut berdampak pada tujuh kepala keluarga atau 28 jiwa yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka mengalami kerusakan berat setelah dilalap api.
Selain kerugian material, tiga relawan dilaporkan mengalami luka ketika membantu proses pemadaman. Seorang warga lainnya juga harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal yang menyelimuti kawasan permukiman.
Seluruh korban yang mengalami luka maupun gangguan pernapasan langsung memperoleh penanganan medis di lokasi. Kondisi mereka dilaporkan stabil dan tidak mengalami cedera yang mengancam keselamatan jiwa.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas di lapangan, sebelum api membesar sempat terdengar suara letupan yang diduga berasal dari meteran listrik salah satu rumah. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. (Fzi)









