Peduli Keselamatan, Ghost Aspal Samarinda Tambal Jalan Berlubang di Tiga Lokasi

oleh -210 Dilihat
Relawan saat melakukan penambalan jalan berlubang (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Di saat sebagian besar aktivitas warga telah berakhir, sekelompok relawan di Kota Samarinda justru memulai pekerjaan yang mereka nilai mendesak. Dengan mengandalkan semangat kebersamaan, mereka memperbaiki jalan berlubang yang selama ini dianggap membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Aksi kemanusiaan tersebut digelar oleh komunitas Ghost Aspal Samarinda pada Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 WITA dan berakhir pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 01.00 WITA setelah seluruh pekerjaan rampung.

Selama pelaksanaan kegiatan, para relawan membawa perlengkapan sederhana berupa alat penambal jalan, penerangan portabel, dan material aspal yang diperoleh melalui sumbangan masyarakat. Seluruh proses dikerjakan secara manual dengan sistem gotong royong.

Dalam kurun waktu sekitar tiga jam, relawan berhasil menutup delapan titik jalan berlubang yang tersebar di beberapa ruas utama Kota Samarinda. Titik-titik tersebut dipilih berdasarkan kondisi kerusakan yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara.

Sebanyak dua titik berada di tanjakan Jalan Slamet Riyadi, tepat di depan SPBU. Sementara enam titik lainnya berada di Jalan Untung Suropati, masing-masing tiga titik di depan kawasan Solaria dan McDonald’s serta tiga titik di seberang Kantor Kaltim Post.

Kerusakan di lokasi tersebut sebelumnya menjadi keluhan masyarakat. Lubang di badan jalan dinilai dapat memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari atau ketika hujan menyebabkan lubang tertutup genangan.

Kegiatan penambalan dilaksanakan sepenuhnya menggunakan sumber daya masyarakat. Tidak ada pendanaan dari pemerintah dalam aksi tersebut. Material diperoleh dari donasi warga, sedangkan biaya operasional berasal dari kontribusi pribadi para anggota komunitas.

Demi menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung, sejumlah relawan ditempatkan untuk mengatur arus kendaraan. Mereka juga memasang penerangan tambahan agar pengguna jalan dapat mengetahui adanya aktivitas perbaikan di lokasi.

Juru Sambung Ghost Aspal Samarinda, Mukhlasin, mengatakan gerakan itu muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang masih memerlukan perhatian serta demi mengurangi risiko kecelakaan.

Menurutnya, inisiatif tersebut tidak bertujuan mengambil alih peran pemerintah. Komunitas hanya berupaya memberikan kontribusi melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Gerakan ini bukan untuk menyaingi ataupun menyalahkan pemerintah. Kami hanya ingin ikut berpartisipasi membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang. Ini murni gerakan kemanusiaan yang lahir dari hati nurani dan kepedulian terhadap keselamatan bersama,” kata Mukhlasin.

Ia mengaku bersyukur karena kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dukungan dalam bentuk material maupun bantuan dana menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.

Mukhlasin menilai keselamatan pengguna jalan merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, kepedulian masyarakat dapat menjadi pelengkap dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Ia berharap semakin banyak perusahaan maupun pelaku usaha yang berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kegiatan perbaikan jalan berbasis swadaya.

Selain memperbaiki kondisi jalan, aksi tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran publik bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah ataupun aparat terkait.

Gerakan Ghost Aspal Samarinda menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan, para relawan memilih turun ke lapangan untuk membantu mengurangi potensi kecelakaan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Kota Samarinda. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *