Jelang Peningkatan Aktivitas Masyarakat, Pemkot Samarinda Pastikan Pasokan Pangan Tetap Aman

oleh -204 Dilihat
Wakil Wali Kota Samarinda saat ini adalah H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M.. Melakukan Sidak ke Distributor Beras (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memastikan kebutuhan pangan masyarakat masih dapat terpenuhi dengan baik setelah melakukan inspeksi ke sejumlah pusat distribusi dan perdagangan. Dari hasil pemantauan tersebut, stok berbagai komoditas pokok dinilai mencukupi, sementara pergerakan harga masih berada dalam batas yang terkendali.

Pengecekan dilakukan pada Rabu (15/7/2026) dengan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saifuddin Zuhri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Tim inspeksi mendatangi sejumlah titik yang menjadi mata rantai distribusi pangan di Kota Samarinda. Lokasi yang dikunjungi meliputi CV Mahakam Lestari di Jalan A.M. Sangaji, Toko Sukri-H. Sane di Jalan Sentosa, SPBU Sentosa, Toko Inflasi Jaga Harapan, Pasar Merdeka, hingga Planet Swalayan di Jalan Gatot Subroto.

Di setiap lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi persediaan barang serta berdialog dengan distributor maupun pedagang mengenai kelancaran pasokan. Pemeriksaan juga difokuskan pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, cabai, dan sejumlah bahan pangan lainnya masih tersedia dalam jumlah yang memadai. Arus distribusi dari daerah pemasok juga berjalan normal sehingga belum ditemukan indikasi terganggunya rantai pasok.

Menurut Saifuddin, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Ia menegaskan, hasil pemantauan kali ini memberikan gambaran bahwa kondisi pasar di Samarinda masih relatif kondusif dengan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dalam waktu dekat.

“Stok bahan pokok yang kami pantau masih mencukupi dan distribusinya berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” ujar Saifuddin.

Selain memeriksa ketersediaan barang, pemerintah turut memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang. Dari hasil evaluasi tersebut, sebagian besar komoditas masih dijual dengan harga yang stabil, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Stabilnya harga kebutuhan pokok dinilai menjadi indikator positif bagi pengendalian inflasi daerah. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor perdagangan.

“Beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sementara yang lainnya tetap stabil. Kondisi ini menunjukkan pasar masih bergerak dengan baik,” katanya.

Meski demikian, pemerintah menemukan perhatian khusus pada distribusi LPG. Permasalahan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan adanya fasilitas pendukung distribusi yang belum beroperasi secara optimal.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar penyaluran gas elpiji kembali berjalan maksimal dan tidak menimbulkan kendala di tingkat konsumen.

Saifuddin berharap koordinasi antara pemerintah dan Pertamina dapat mempercepat penyelesaian hambatan teknis tersebut sehingga distribusi LPG kembali normal serta pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Pemerintah juga mulai mengantisipasi meningkatnya kebutuhan telur ayam ras menjelang kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski permintaan diperkirakan naik, harga telur di Samarinda hingga kini masih terpantau stabil.

Selain itu, Pemkot Samarinda mendorong adanya peremajaan tabung LPG beserta sarana distribusi yang telah berusia cukup lama. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan aspek keselamatan, memperlancar distribusi, serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menutup kegiatan pemantauan, Saifuddin menegaskan pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap stok, distribusi, dan harga bahan pokok secara berkelanjutan. Menurutnya, langkah itu merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang tetap terjangkau. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *