Ulasankaltim.id, Samarinda – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Hal itu ditandai dengan pembentukan Relawan Gabungan Mugirejo (RAGAM) yang digelar pada Selasa malam (16/6) di salah satu rumah warga setempat. Organisasi ini menjadi wadah pemersatu berbagai komunitas relawan yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat maupun kegiatan sosial.
Mengusung tema “Tangguh Bukan Karena Atribut, Apalagi Bayaran”, RAGAM dibentuk untuk memperkuat koordinasi antarrelawan sehingga mampu memberikan respons yang lebih cepat dan efektif ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Salah seorang anggota RAGAM, Abdul Salang, menjelaskan bahwa pembentukan organisasi tersebut berangkat dari kesadaran bahwa di Mugirejo telah banyak kelompok relawan yang bergerak di bidang kemanusiaan, namun belum memiliki wadah bersama untuk menyatukan langkah.
“Di Mugirejo ini sudah ada berbagai unsur relawan, seperti Katana, FKPM, layanan ambulans, dan lainnya. Karena latar belakang kami beragam, maka lahirlah nama RAGAM sebagai simbol bahwa kami tetap bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu membantu sesama,” ujarnya.
Menurutnya, peran relawan tidak hanya terbatas pada penanganan bencana alam seperti banjir atau kebakaran. Mereka juga siap memberikan bantuan dalam berbagai persoalan sosial, mulai dari penanganan orang terlantar, pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya yang membutuhkan kehadiran sukarelawan.
“Relawan itu mungkin lelah, tetapi semangatnya tidak pernah padam. Kebahagiaan terbesar kami adalah ketika melihat orang yang dibantu bisa kembali tersenyum,” katanya.
Lurah Mugirejo, Dwi Haryani, menyambut baik lahirnya RAGAM dan berharap keberadaan organisasi tersebut mampu memperkuat jaringan sosial di lingkungan masyarakat. Ia menilai relawan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada warga.
“Kalau selama ini relawan identik dengan banjir atau kebakaran, RAGAM memiliki cakupan tugas yang lebih luas. Mereka membantu orang terlantar, menangani ODGJ, bahkan ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka siap bergerak selama 24 jam ketika dibutuhkan,” ungkapnya.
Dengan wilayah Mugirejo yang terdiri dari 43 RT, Dwi berharap semakin banyak masyarakat ikut bergabung sehingga setiap lingkungan memiliki relawan yang siap diterjunkan saat terjadi keadaan darurat maupun persoalan sosial lainnya.
Pelaksana Tugas Camat Sungai Pinang, Didik Purwanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, pembentukan RAGAM menjadi bukti bahwa budaya gotong royong dan kepedulian masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman relawan. Mereka adalah orang-orang yang telah teruji kesabaran, kepedulian, dan ketangguhannya. Apa yang dilakukan hari ini semoga menjadi amal kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Mugirejo sekaligus pembina RAGAM, Bripka Ahmad Imron, menegaskan bahwa organisasi tersebut bukan dibentuk untuk menggantikan komunitas relawan yang telah ada, melainkan menjadi rumah besar yang menyatukan seluruh elemen agar koordinasi semakin kuat.
“Tujuan utama kita adalah mempererat silaturahmi dan saling menguatkan. Kita tidak mengejar jumlah anggota, tetapi kualitas pengabdian sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran RAGAM diharapkan menjadi energi baru bagi gerakan kemanusiaan di Mugirejo. Di balik kerja sukarela yang nyaris tanpa pamrih, para relawan memilih terus hadir di tengah masyarakat, membuktikan bahwa kepedulian dan kebersamaan masih menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun kebencanaan. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









