Langkah Tegas DPRD Kaltim: Pencegahan HIV Masuk Prioritas Utama

oleh -261 Dilihat
Fuad Fakhruddin, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Lonjakan kasus HIV di Kalimantan Timur kembali memantik perhatian wakil rakyat. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, menyuarakan kekhawatirannya terhadap peningkatan temuan HIV yang terus berlangsung di wilayah perkotaan.

Fokus perhatian tertuju pada dua kota dengan kasus menonjol, yakni Samarinda dan Balikpapan. Fuad menilai, perkembangan situasi tersebut telah memasuki tahap serius dan memerlukan respons cepat dari pemerintah daerah.

“Kenaikan kasus HIV ini sangat memprihatinkan. Penyebarannya sudah terjadi secara nyata di lingkungan kita, dan angkanya di Kaltim cukup besar,” ujar Fuad.

Ia menilai upaya penyuluhan dan edukasi yang berjalan selama ini belum sepenuhnya efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ketimpangan pemahaman mengenai cara penularan HIV masih menjadi persoalan mendasar di tengah warga.

Menurut Fuad, informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus lebih terarah dan mudah dipahami agar mampu membangun kewaspadaan. Ia menekankan peran penting edukasi sebagai benteng awal pencegahan.

“Kami berharap Dinas Kesehatan dapat memberikan penyuluhan yang lebih jelas, rinci, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas,” katanya.

Perhatian khusus juga diarahkan pada meningkatnya temuan kasus HIV di kalangan generasi muda. Fuad mengungkapkan bahwa kelompok usia produktif menjadi salah satu yang paling rentan terdampak.

Ia menyebut, perilaku berisiko dan pola pergaulan yang tidak aman masih menjadi faktor dominan dalam penyebaran kasus.

“Banyak kasus yang dipicu oleh perilaku berisiko dan hubungan yang tidak aman. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ucap Fuad.

Sebagai langkah konkret, DPRD meminta kolaborasi lintas sektor diperkuat, terutama antara Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya deteksi dini serta perluasan layanan tes dinilai krusial dalam memutus rantai penularan.

Fuad menegaskan, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan harus responsif dan mudah dijangkau. Perlindungan bagi warga, terutama anak-anak dan remaja, menjadi prioritas utama dalam kebijakan pencegahan HIV.

“Pemerintah harus melakukan deteksi secara menyeluruh agar penyebaran tidak semakin luas, sekaligus untuk mengurangi kekhawatiran para orang tua,” tutupnya. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *