Ulasankaltim.id, Samarinda – Gelombang arus balik Idulfitri 1447 Hijriah yang biasanya memuncak dengan kepadatan tinggi, tahun ini justru bergerak lebih tenang di Pelabuhan Samarinda. Aktivitas penumpang terlihat mengalir stabil, tanpa tekanan berlebih yang kerap terjadi pada periode serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Situasi arus balik Lebaran 2026 di pelabuhan tersebut tercatat berjalan tertib dan kondusif. Pergerakan penumpang berlangsung lancar, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, tanpa gangguan berarti di lapangan.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, M. Ridha Rengreng, menyampaikan bahwa jumlah penumpang pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, volume penumpang pada 2026 lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2024 dan 2025. Penurunan ini terlihat sejak masa menjelang hingga setelah Lebaran.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh distribusi layanan kapal di sejumlah pelabuhan lain di Kalimantan Timur. Hal ini membuat arus penumpang tidak lagi terpusat di satu lokasi.
Pelabuhan seperti Pelabuhan Bontang dan Pelabuhan Balikpapan telah melayani keberangkatan kapal lebih awal, yakni pada H-3 hingga H-5 Lebaran. Kondisi ini membantu menyebarkan pergerakan penumpang ke beberapa titik.
Hasil pemantauan di lapangan hingga H+3 Lebaran menunjukkan situasi yang terkendali. Tidak ditemukan antrean panjang maupun kepadatan signifikan di area dermaga.
Ridha menyebut, tren peningkatan penumpang dari H-7 hingga H+3 justru tidak terjadi. Sebaliknya, jumlah penumpang mengalami penurunan jika dibandingkan dua tahun terakhir.
Ia menilai, keberadaan opsi keberangkatan dari pelabuhan lain menjadi faktor penting dalam mengurai potensi penumpukan penumpang.
Secara umum, kondisi arus balik tahun ini berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat. Penumpang dapat melakukan perjalanan dengan lebih tertib dan efisien.
Keberhasilan tersebut didukung oleh kolaborasi berbagai instansi yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan selama masa angkutan Lebaran.
Instansi yang terlibat meliputi Pelindo, KP3, TNI, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang bertugas di posko terpadu.
Meski kondisi relatif landai, KSOP tetap memperketat pengawasan di area pelabuhan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran dan menjaga kenyamanan penumpang hingga berakhirnya masa operasional posko Lebaran. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









