Ulasankaltim.id, Samarinda – Informasi mengenai adanya korban meninggal dunia dalam aksi demonstrasi di Samarinda pada 21 April 2026 dipastikan tidak benar. Kabar yang beredar di media sosial tersebut telah diklarifikasi dan dinyatakan sebagai informasi menyesatkan.
Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan viral pada Selasa (21/4/2026) menyebutkan adanya peserta aksi yang meninggal akibat luka serius. Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
Dalam narasi yang beredar, nama Arifin Kurniawan disebut sebagai korban. Unggahan itu juga dilengkapi foto seorang pria dalam kondisi terluka yang tengah berada di ruang perawatan.
Gambar tersebut memicu persepsi publik bahwa peristiwa itu benar terjadi saat aksi berlangsung. Namun, keaslian informasi mulai dipertanyakan seiring munculnya klarifikasi dari berbagai pihak.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, menyampaikan pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam terhadap unggahan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa informasi itu tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa aksi di Samarinda.
Ia mengungkapkan, sumber awal unggahan berasal dari akun anonim di media sosial Facebook. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa foto yang digunakan bukan dokumentasi terbaru.
Menurutnya, gambar tersebut merupakan cuplikan dari video lama yang pernah beredar di TikTok sekitar tahun 2023. Dengan demikian, foto itu dipastikan tidak berkaitan dengan aksi 21 April 2026.
ITS kemudian melakukan koordinasi dengan tim relawan medis Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) yang bertugas di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi faktual selama aksi berlangsung.
Berdasarkan laporan tim medis, tidak ditemukan korban dengan identitas seperti yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut. Seluruh pasien yang ditangani tercatat secara lengkap.
Joko menegaskan, tidak ada peserta aksi dengan nama Arifin Kurniawan yang mendapatkan penanganan medis. Ia juga memastikan tidak ada korban dengan kondisi kritis maupun meninggal dunia.
Selama aksi berlangsung, EMT-ITS mencatat sebanyak 46 orang menerima layanan kesehatan. Sebagian besar mengalami keluhan ringan hingga sedang.
Keluhan tersebut antara lain kelelahan, sesak napas, serta luka ringan akibat aktivitas di lapangan. Kondisi tersebut masih dapat ditangani oleh tim medis tanpa komplikasi serius.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar memastikan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan menyeluruh. Hasilnya tidak ditemukan laporan adanya korban meninggal dunia.
Ia juga menegaskan tidak ada tindakan kekerasan oleh aparat selama pengamanan aksi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi guna mencegah penyebaran hoaks. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









