Dukung Relokasi ASN, Otorita IKN Fokus Lengkapi Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, dan Ibadah

oleh -269 Dilihat
Penampakan Rumah Sakit di Kawasan IKN (Foto Humas Otoritas IKN)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, IKN – Pergerakan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi sekadar rencana di atas kertas. Di tengah pembangunan fisik yang terus berlangsung, Otorita IKN kini menaruh perhatian besar pada satu hal mendasar: memastikan layanan dasar benar-benar siap sebelum aparatur sipil negara (ASN) menetap dan menjalankan tugas di pusat pemerintahan baru.

Otorita IKN menyatakan percepatan penyediaan pelayanan dasar menjadi bagian penting dalam mendukung skema pemindahan ASN. Langkah ini ditujukan agar proses relokasi berlangsung selaras dengan kesiapan fasilitas sosial yang dibutuhkan pegawai dan keluarganya.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan negara memiliki kewajiban konstitusional dalam menjamin pelayanan dasar bagi warga negara. Kewajiban tersebut, kata dia, juga mencakup ASN yang akan bertugas dan tinggal di wilayah IKN.

Menurut Troy, ketersediaan layanan dasar akan menentukan kenyamanan ASN dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tempat tinggal yang baru. Ia menyebut aspek ini menjadi penopang stabilitas kerja pemerintahan di tahap awal operasional ibu kota.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menjelaskan konstitusi mengamanatkan empat sektor utama pelayanan dasar, yaitu kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, serta kebebasan beragama dan beribadah. Otorita IKN memusatkan pemenuhan layanan tersebut di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Pada sektor kesehatan, empat rumah sakit telah berdiri di KIPP, dengan tiga di antaranya telah beroperasi. Fasilitas yang melayani masyarakat saat ini meliputi RS Hermina Nusantara, RS Mayapada Nusantara, dan RSUP Kemenkes Nusantara.

Kapasitas layanan dinilai memadai karena rasio tempat tidur rumah sakit di IKN berada pada kisaran dua hingga tiga tempat tidur per 1.000 penduduk. Angka ini melampaui standar minimal nasional yang menetapkan satu tempat tidur per 1.000 penduduk.

Otorita IKN juga mengedepankan pendekatan pencegahan penyakit. Upaya tersebut mencakup pengendalian lingkungan, penebaran ikan pemakan jentik nyamuk di embung, serta penyuluhan kesehatan kepada warga untuk menekan risiko penyakit seperti demam berdarah.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilaksanakan dua kali setahun guna memetakan kondisi kesehatan pegawai. Dari hasil pemeriksaan, lebih dari 30 persen pegawai berusia di bawah 30 tahun tercatat mengalami kadar gula darah tinggi, disertai kecenderungan peningkatan kolesterol dan tekanan darah.

Di bidang pendidikan, Otorita IKN menyiapkan sekolah terpadu dari tingkat PAUD hingga SMA yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru. Fasilitas ini diharapkan mendukung kebutuhan keluarga ASN serta masyarakat yang akan menetap di IKN.

Sejumlah lembaga pendidikan lain juga bersiap beroperasi, termasuk Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Garuda, sekolah terpadu Kementerian Agama, serta empat sekolah internasional yang telah memulai pembangunan. Selain itu, peningkatan mutu dilakukan terhadap 43 sekolah yang sudah ada di wilayah KIPP.

Untuk jaminan sosial, layanan BPJS Kesehatan telah tersedia di RS Hermina Nusantara dan RS Mayapada Nusantara, sementara BPJS Ketenagakerjaan untuk risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat diakses di kawasan KIPP. Otorita IKN juga menyiapkan operasional Masjid Negara IKN pada Ramadan 1447 Hijriah serta mengoordinasikan layanan ibadah di berbagai rumah ibadah, sebagai bagian dari dukungan menyeluruh bagi ASN yang akan menempati ibu kota baru. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *