Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Balita di Balikpapan: Ibu Ungkap Kronologi Menyakitkan Lewat Media Sosial

oleh -425 Dilihat
Ilustrasi Pelecehan
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Balikpapan – Masyarakat Balikpapan digemparkan oleh kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang balita berusia dua tahun yang terungkap melalui unggahan media sosial. Sang ibu, melalui akun Instagram @korbanorangbiadap, mengungkapkan kronologi kejadian yang melibatkan seorang bapak kos tempat mereka tinggal, serta kondisi traumatis yang dialami anaknya.

Kejadian ini pertama kali mencuat pada September 2024, ketika ibu korban merasa curiga setelah anaknya mengeluhkan rasa sakit di bagian tubuh tertentu. Ketika keluhan tersebut semakin intensif, ibu korban merasa cemas. Pada 1 Oktober 2024, anaknya kembali merasakan sakit saat buang air kecil. “Terakhir malam main ke sana 1 Oktober pun anak saya ngeluh sakit sambil pegang pipisnya,” ungkap ibu korban dalam unggahannya.

Pada 2 Oktober 2024, kekhawatiran sang ibu semakin mendalam setelah menemukan bercak merah di mulut anaknya. Penemuan ini membawa ibu korban untuk membawa anaknya ke rumah sakit guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka pada area sensitif tubuh anak, yang semakin memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan seksual.

Namun, upaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut terhambat. Rumah Sakit Bhayangkara menolak untuk melakukan pemeriksaan tanpa adanya surat pengantar dari kepolisian. “Tapi RS Bhayangkara menolak karena harus berlandaskan surat kepolisian,” ujarnya, menjelaskan kendala yang dihadapi dalam proses perawatan anaknya.

Pada 4 Oktober 2024, ibu korban akhirnya membawa anaknya ke Rumah Sakit Kanujoso untuk pemeriksaan forensik. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya empat luka robek pada organ intim anak, yang diduga terjadi dalam dua hingga tiga hari sebelum pemeriksaan. Selain itu, ditemukan juga lendir yang berbau amis, yang semakin menguatkan dugaan kekerasan seksual terhadap anak.

Sang ibu, yang merupakan pendatang dari Palembang dan baru beberapa waktu tinggal di Balikpapan, merasa terancam karena terduga pelaku hingga kini masih bebas. Ia khawatir, mengingat pelaku diduga merupakan warga asli Balikpapan yang merasa memiliki pengaruh di wilayah tersebut. “Saya diancam karena saya pendatang. Terduga pelaku merasa dirinya orang Balikpapan asli,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Kondisi anak korban pun semakin memprihatinkan. Anak tersebut kini mengalami trauma berat, menjadi takut untuk keluar rumah, dan kehilangan keceriaan seperti biasanya. Sang ibu merasa putus asa dan mendesak agar pihak berwenang segera memberikan keadilan bagi anaknya.

Kasus ini akhirnya menarik perhatian dari Polda Kalimantan Timur. Melalui akun Instagram resmi @poldakaltim, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa laporan terkait kasus ini telah diterima dan proses penyelidikan sedang dilakukan. “Halo Sobat Polri, salam presisi. Kasus tersebut sudah diterima laporannya oleh Krimum Polda Kaltim dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” tulis Polda Kaltim dalam pernyataannya.

Dengan adanya perhatian dari pihak kepolisian, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Sementara itu, sang ibu berharap agar anaknya bisa mendapatkan pemulihan dan keadilan yang layak. (FER)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *