Hilang Saat Perbaikan Kapal, Jasad Kapten Tug Boat Ditemukan 24 Km dari Lokasi

oleh -407 Dilihat
Proses Evakuasi Korban (Foto : Istimewa)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Kutai Kartanegara – Tragedi memilukan terjadi di perairan Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang kapten kapal Tug Boat Bella I, Alman (36), ditemukan tewas setelah sebelumnya dinyatakan hilang saat menyelam untuk memperbaiki propeler kapal yang tersangkut tali. Insiden ini memicu duka mendalam di kalangan rekan kerja dan keluarganya.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Minggu (22/12/2024) sekitar pukul 15.10 Wita. Alman dilaporkan menyelam dengan mengenakan kaos abu-abu dan membawa gergaji besi untuk memotong tali yang menghambat perjalanan kapal Tug Boat Bella I di wilayah perairan Muara Kaman.

Saksi mata yang juga rekan kerja korban, Ardan, menjelaskan detik-detik sebelum Alman dinyatakan hilang. Menurutnya, Alman tampak fokus bekerja di bawah air, namun setelah lebih dari 30 menit berlalu, korban tidak juga muncul ke permukaan.

“Awalnya saya pikir dia masih sibuk memotong tali yang tersangkut. Tapi setelah waktu berlalu cukup lama, saya mulai khawatir dan merasa ada sesuatu yang tidak beres,” ungkap Ardan, Senin (23/12/2024).

Kekhawatiran tersebut akhirnya dilaporkan secara resmi ke Pos SAR Samarinda melalui Kapolsek Muara Kaman, Iptu Gede Wijaya, pada Senin pagi, 23 Desember 2024, sekitar pukul 08.00 Wita. Proses pencarian segera dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Setelah pencarian intensif, Tim SAR berhasil menemukan jasad Alman mengapung di sungai pada Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 10.20 Wita. Korban ditemukan sejauh 24,53 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di daerah Rantau Hempang.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Riqi Effendi, membenarkan penemuan tersebut dan menjelaskan bahwa jasad korban segera dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. “Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai pada pukul 10.20 Wita dan langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Dayaku, Kota Bangun,” kata Riqi.

Jasad Alman kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kejadian ini menyisakan duka mendalam dan menjadi peringatan serius akan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan perairan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Pihak berwenang juga mengimbau kepada seluruh pekerja kapal untuk lebih memperhatikan prosedur keselamatan dan menggunakan alat pelindung diri yang memadai. Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa terulang di masa depan. (FZI)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *