Penikaman di Teuku Umar Samarinda, Polisi Sita Pisau Mirip Sangkur

oleh -203 Dilihat
Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, IPDA Roy Sihombing (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kepolisian bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Rabu (1/7) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, IPDA Roy Sihombing, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya peristiwa penikaman. Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Sungai Kunjang langsung menuju lokasi kejadian.

“Benar, sekitar pukul 17.00 tadi kami mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Teuku Umar. Setelah mendapatkan laporan itu, anggota Polsek Sungai Kunjang langsung bergerak cepat menuju TKP,” ujar Roy.

Setibanya di lokasi, polisi mendapati dugaan penganiayaan tersebut benar terjadi. Petugas kemudian mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

“Saat sampai di TKP memang benar terjadi dugaan penganiayaan. Pelaku sudah kami amankan bersama barang buktinya, kemudian korban juga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik aksi penganiayaan tersebut.

“Untuk saat ini penyelidik masih mendalami terkait motifnya,” jelas Roy.

Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan satu bilah pisau yang disebut memiliki bentuk menyerupai sangkur.

“Barang bukti yang diamankan berupa pisau, modelnya seperti sangkur,” ungkapnya.

Roy juga memastikan bahwa korban dan terduga pelaku tidak bekerja di perusahaan yang sama. Berdasarkan informasi awal, pelaku diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan korban bekerja di perusahaan lain.

“Kalau untuk bekerja mereka tidak sama. Korban bekerja di perusahaan lain, sementara informasi awal pelaku bekerja sebagai security di sekitar lokasi TKP,” ujarnya.

Terkait kondisi korban, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.

“Untuk kondisi korban saat ini belum bisa kami pastikan karena masih menunggu hasil dari rumah sakit. Begitu juga terkait bagian tubuh yang mengalami luka, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” tutup Roy.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif penganiayaan. (Yanur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *