Pelayanan Dasar Merata, DPRD Kaltim Apresiasi Listrik Masuk Wilayah 3T

oleh -254 Dilihat
Makmur HAPK, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Cahaya yang perlahan menyala di pelosok Benua Etam menjadi penanda perubahan besar bagi warga yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan energi. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, menilai perluasan jaringan listrik sebagai bukti nyata kehadiran negara.

“Listrik bukan sekadar fasilitas, tapi simbol pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Makmur saat menanggapi perkembangan program elektrifikasi di daerah terpencil. Ia menyebut upaya pemerataan energi sebagai langkah strategis pemerintah pusat.

“Ini menunjukkan bahwa wilayah terpencil juga menjadi prioritas,” katanya.

Makmur menjelaskan bahwa membangun jaringan listrik hingga ke pelosok tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Prosesnya membutuhkan kajian teknis dan pembiayaan yang besar.

“Ini bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan bulan, semua perlu perencanaan matang,” ucapnya.

Meski demikian, ia menilai komitmen pemerintah tetap terjaga meskipun tantangan di lapangan cukup berat. Menurutnya, beberapa desa yang dulunya sulit dijangkau kini telah menikmati listrik.

“Sekarang desa-desa yang dulu gelap sudah mulai terang,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa program ini dijalankan melalui kebijakan nasional yang dikelola oleh Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) dalam Program Listrik Desa.

“Targetnya jelas, menjangkau daerah 3T tanpa terkecuali,” ujarnya.

Selain jaringan utama, pemerintah juga menyediakan pembangkit listrik tenaga surya komunal bagi wilayah yang secara geografis sulit dihubungkan dengan jaringan kabel. Di sisi lain, keluarga kurang mampu dibantu melalui program sambungan listrik gratis.

“Semua skema diarahkan agar masyarakat bisa merasakan listrik,” katanya.

Makmur menegaskan bahwa proyek listrik di wilayah terpencil tidak selalu menguntungkan secara ekonomi. Ia menyebut petugas harus menempuh jarak sangat jauh demi melayani sedikit pelanggan.

“Puluhan kilometer hanya untuk puluhan rumah, ini murni pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa manfaat terbesar dari kehadiran listrik dirasakan langsung oleh sektor pendidikan. Sekolah-sekolah kini bisa menjalankan aktivitas belajar secara lebih maksimal.

“Penerangan, komputer, hingga pembelajaran digital hanya bisa berjalan jika listrik tersedia,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan pasokan yang belum stabil. Untuk kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sistem listrik mandiri berbasis energi surya.

“Untuk daerah ekstrem, PLTS menjadi solusi sementara yang efektif,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Makmur kembali menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah yang dinilainya sangat berarti bagi masyarakat pelosok Kalimantan Timur.

“Bahkan kampung saya sendiri, yang dulu terasa mustahil menikmati listrik, sekarang sudah terang,” pungkasnya.  (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *