ULASANKALTIM.ID, Samarinda – Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, memimpin apel pergeseran pasukan sebagai bagian dari Operasi Mantap Praja 2024, Senin (24/11/2024). Kegiatan ini digelar di halaman Mapolresta Samarinda untuk memastikan kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, khususnya di Kota Samarinda.
Apel ini bertujuan memastikan seluruh rencana pengamanan yang telah disusun dapat berjalan secara optimal. “Tiga hari ke depan, tepatnya pada 27 November 2024, merupakan tahapan krusial dalam Pilkada serentak. Saya harap seluruh personel dapat menjaga netralitas, memahami SOP, Juklak, dan Protap dalam pengamanan TPS, serta menjaga kondisi fisik selama bertugas,” ujar Kombes Pol Ary Fadli saat memimpin apel.

Sebagai langkah konkret, Polresta Samarinda mengerahkan 503 personel untuk pengamanan TPS (PAM TPS) dan 200 personel bantuan kendali operasi (BKO). Total pasukan yang diterjunkan untuk mendukung Operasi Mantap Praja 2024 mencapai 3.107 personel. Jumlah ini meliputi 100 personel BKO Brimob Polda Kaltim, 100 personel BKO Dit Samapta Polda Kaltim, 2.404 personel Linmas, 10 perwira koordinator (Pakor), dan 59 perwira pengendali (Padal).
Personel tersebut akan ditempatkan di 1.202 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kota Samarinda. Kapolresta menekankan pentingnya penempatan personel berdasarkan kategori TPS yang telah ditetapkan. “Setiap TPS memiliki kategori risiko, seperti kurang rawan, rawan, sangat rawan, dan TPS khusus. Hal ini menentukan jumlah serta jenis personel yang dikerahkan untuk pengamanan,” jelasnya.

Kategori TPS sangat rawan mencakup lokasi yang sulit diakses karena jauh dari pusat kota, minimnya jaringan komunikasi, serta potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya pemungutan suara. “Kita perlu menyiapkan langkah antisipasi agar semua tahapan Pilkada berjalan aman dan lancar,” tambah Kombes Pol Ary Fadli.
Untuk TPS kategori rawan, biasanya kendala muncul pada proses distribusi logistik atau faktor teknis lainnya. Sementara itu, TPS kategori kurang rawan tetap memerlukan pengawasan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang tidak terduga. Polresta Samarinda berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh pada setiap TPS, sesuai dengan tingkat kerawanannya.
Dalam apel tersebut, Kapolresta juga memberikan instruksi kepada seluruh personel untuk mematuhi protokol dan menjaga kesehatan selama bertugas. “Tugas ini membutuhkan konsentrasi penuh. Kesehatan dan kesiapan mental menjadi kunci utama untuk menjamin pengamanan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Kombes Pol Ary Fadli mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka pada 27 November 2024. “Kami mengajak masyarakat Kota Samarinda hadir di TPS untuk menyalurkan suara. Polri siap memberikan jaminan keamanan agar masyarakat dapat memilih dengan tenang dan nyaman,” ujarnya.
Operasi Mantap Praja 2024 bukan sekadar pengamanan teknis, tetapi juga upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menyongsong pesta demokrasi. Dukungan personel yang maksimal menjadi wujud nyata Polri dalam menjaga demokrasi di tingkat daerah.
Pilkada serentak tahun 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin masa depan mereka. Dengan pengamanan yang optimal, diharapkan seluruh tahapan Pilkada di Kota Samarinda berjalan lancar, aman, dan damai. (FDY)











