DPRD Kaltim Tekankan Tata Kelola Bersih demi Optimalisasi Perseroda

oleh -312 Dilihat
Salehuddin, Anggota DPRD Kaltim (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Sorotan tajam kembali mengarah pada kinerja Perusahaan Daerah di Kalimantan Timur. Di tengah harapan besar terhadap peran badan usaha milik daerah sebagai penopang ekonomi, DPRD menilai masih ada pekerjaan rumah serius yang belum terselesaikan.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menyampaikan bahwa kontribusi sejumlah Perusahaan Daerah (Perseroda) terhadap pembangunan ekonomi daerah dinilai belum optimal. Ia menyebut kinerja yang ditunjukkan belum sebanding dengan sumber daya dan dukungan anggaran yang diberikan.

“Kita melihat kontribusinya belum signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurut Salehuddin, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berakar pada masalah tata kelola internal perusahaan. Ia menilai profesionalisme pengelola menjadi salah satu aspek yang harus segera dibenahi.

“Masih ada kelemahan mendasar dalam pengelolaan, khususnya pada sisi profesionalisme,” katanya.

Ia juga menyoroti aspek integritas sebagai penentu utama keberhasilan Perseroda. Menurutnya, tanpa integritas yang kuat, tujuan pendirian perusahaan daerah berpotensi melenceng dari kepentingan publik.

“Integritas adalah fondasi utama, terutama karena ini menyangkut pengelolaan dana publik,” ucapnya.

Salehuddin menegaskan bahwa jabatan strategis di Perseroda bukanlah ruang untuk mencari kenyamanan pribadi. Setiap posisi, menurutnya, harus diiringi dengan tanggung jawab dan capaian yang terukur.

“Jabatan tidak boleh dimaknai sebagai tempat yang nyaman tanpa menghasilkan kinerja yang nyata,” tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, ia mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Perseroda. Langkah tersebut dinilai penting untuk memetakan persoalan sekaligus menentukan arah pembenahan.

“Evaluasi total perlu dilakukan agar kita tahu di mana letak masalahnya,” ujarnya.

Selain evaluasi, Salehuddin menilai perombakan manajemen menjadi langkah strategis yang tidak bisa dihindari. Penataan ulang kepemimpinan dan sistem kerja dinilai krusial agar perusahaan daerah dapat bergerak lebih adaptif.

“Jika manajemennya tidak kompeten, maka perbaikan sulit dilakukan,” katanya.

Ia menyebut potensi sektor usaha yang dapat dikembangkan Perseroda sebenarnya sangat besar, mulai dari pengolahan sumber daya hingga energi berkelanjutan. Namun, potensi tersebut dinilai tidak akan maksimal tanpa pengelola yang kredibel.

“Potensinya ada, tapi harus didukung oleh manajemen yang berintegritas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Salehuddin menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar Perseroda benar-benar berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi.

“Sinergi semua pihak mutlak diperlukan agar Perseroda tidak justru membebani APBD,” ujarnya.

Ia pun berharap langkah pembenahan dapat menunjukkan hasil konkret dalam waktu dekat. Salehuddin menegaskan bahwa sanksi harus diterapkan secara tegas bagi pihak yang gagal menjalankan amanah.

“Target kita pada 2026 sudah terlihat perubahan nyata. Jika ada yang menyalahgunakan wewenang, sanksi harus diberikan secara jelas,” pungkasnya. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *