Bus Pulau Indah Terjun ke Sungai Busui, Dua Tewas dan Puluhan Luka-luka

oleh -378 Dilihat
Kondisi Bus yang mengalami laka di Sungau Busui Paser (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Paser – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya dekat Jembatan Sungai Busui, Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Kamis (24/7/25) sekitar pukul 02.00 WITA.

Sebuah bus antarprovinsi milik PO Pulau Indah Jaya dilaporkan jatuh ke aliran Sungai Busui. Kendaraan tersebut membawa puluhan penumpang dari arah Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lokasi kejadian berada tidak jauh dari Jembatan Bailey yang sementara menggantikan jembatan utama Sungai Busui, yang sebelumnya ambruk pada awal 2025 lalu. Kawasan ini dikenal memiliki medan yang cukup berbahaya, terutama pada malam hari.

Bus bernomor polisi KT 7928 AO tersebut dikabarkan mengangkut sekitar 40 orang penumpang saat kecelakaan terjadi. Beberapa di antaranya mengalami luka berat dan ringan, sementara dua lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Salah satu korban meninggal diketahui adalah sopir bus, sedangkan satu lagi adalah penumpang perempuan yang mengalami cedera parah di bagian kepala. Informasi ini disampaikan oleh warga setempat, Rahmi, yang turut memantau proses evakuasi.

“Total korban 40 orang. Dua meninggal dunia, 16 luka berat, sisanya luka ringan,” ujar Rahmi melalui pesan WhatsApp.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, relawan, dan warga sekitar. Mereka langsung bergerak cepat begitu mendapatkan laporan dari masyarakat.

Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat. Mereka dibawa ke Puskesmas Batu Kajang, Puskesmas Muara Komam, Klinik Kusuma Medical Center, dan RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot.

Taufik, salah satu relawan di Batu Kajang, menyebutkan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup dramatis mengingat kondisi lokasi yang gelap dan sulit dijangkau. Ia menyampaikan informasi tersebut melalui sambungan WhatsApp.

“Korban sudah berhasil kami evakuasi. Saat ini sedang dalam penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” kata Taufik.

Kecelakaan terjadi tepat di jalur yang dikenal rawan, terutama setelah runtuhnya jembatan lama dan belum tuntasnya pembangunan infrastruktur pengganti. Faktor minimnya pencahayaan juga disebut menjadi salah satu pemicu.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan. Namun dugaan sementara mengarah pada kondisi jalan yang gelap, medan yang curam, serta kurangnya rambu peringatan di sekitar lokasi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Paser mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan sejak Kamis pagi.

“Kami terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan memeriksa kondisi kendaraan. Dugaan awal ada unsur kelalaian teknis maupun kondisi jalan,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Sementara itu, kondisi bus mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan dan sisi kiri kendaraan ringsek akibat benturan dengan batuan sungai.

Kecelakaan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Paser disebut telah menerima laporan awal dan menginstruksikan agar penanganan korban diprioritaskan.

Selain itu, instansi terkait diminta mempercepat pembangunan jembatan dan peningkatan keselamatan jalan di jalur Batu Sopang – Busui.

Masyarakat sekitar berharap ada solusi jangka panjang mengingat jalur ini merupakan penghubung utama antarprovinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Kepolisian mengimbau agar para pengemudi, khususnya angkutan malam, meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut, terutama pada jam-jam rawan.

Hingga Kamis sore, seluruh korban telah teridentifikasi. Data penumpang bus saat ini tengah dicocokkan dengan keterangan dari pihak keluarga.

Penyelidikan atas insiden ini masih terus berlangsung. Pihak otoritas berjanji akan mengumumkan hasil investigasi resmi dalam beberapa hari ke depan. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *