Buka Puasa Bersama, Yulianus Henock Tegaskan Pentingnya Toleransi dan Kedamaian di Kaltim

oleh -367 Dilihat
banner 468x60

Ulasankatlim.id, Samarinda – Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, turut menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar oleh Pemkot Samarinda, yang dihadiri Wakil Walikota Samarinda dan Wakil Walikota Balikpapan,. Acara tersebut juga dihadiri oleh pengurus Forum Pembauran dan tokoh masyarakat setempat. pada Sabtu, (14/03/25).

Dalam kesempatan tersebut, Yulianus Henock menyampaikan pentingnya kegiatan buka puasa bersama sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan, terutama di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), yang beragam suku, agama, dan budaya.

Yulianus Henock juga mengingatkan masyarakat Kaltim untuk terus menjaga kondusifitas wilayah, terlepas dari berbagai isu yang dapat memicu perpecahan, seperti isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-Golongan). Ia menegaskan bahwa perbedaan adalah bagian dari keberagaman yang harus dihargai dan dijaga.

Yulianus juga menyoroti pentingnya toleransi antarumat beragama. Ia mengajak masyarakat Kaltim untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. “Kita harus menjaga kerukunan, toleransi, dan saling menghormati,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Yulianus Henock tidak lupa untuk mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Kaltim. Ia berharap bulan Ramadhan ini dapat membawa berkah dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan bagi umat Islam.

Anggota DPD RI ini juga berharap agar suasana Ramadan dapat dijadikan momen untuk memperkuat solidaritas sosial antarwarga. Ia menekankan bahwa kedamaian dan keharmonisan masyarakat harus dijaga demi tercapainya kemajuan bersama.

Yulianus Henock juga menegaskan pentingnya kebebasan beragama yang dijamin oleh negara. Ia berharap agar setiap warga negara dapat menjalankan ibadah dan keyakinannya dengan penuh kebebasan dan tanpa rasa takut akan adanya diskriminasi.

Sebagai penutupan, Yulianus Henock menekankan bahwa pemerintah wajib memberikan kesempatan yang setara kepada setiap individu untuk memeluk dan menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya. Ia pun berharap agar acara buka puasa bersama tersebut dapat menjadi momentum bagi terciptanya rasa saling pengertian dan persatuan di masyarakat. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *