Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana Idulfitri yang semestinya dipenuhi kehangatan justru berubah menjadi kegelisahan di Samarinda. Warga Jalan Gunung Pelandu, Sempaja Utara, dikejutkan oleh terbongkarnya kasus mutilasi yang menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar di tengah perayaan hari raya.
Peristiwa ini segera ditangani oleh tim gabungan yang melibatkan Polresta Samarinda, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Jatanras Polda Kaltim, serta Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu. Aparat bergerak cepat sejak laporan awal diterima, dengan fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi.
Hasilnya, dalam waktu kurang dari satu hari sejak temuan pertama, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat. Penangkapan dilakukan pada Minggu (22/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Dua terduga pelaku yang ditangkap terdiri dari satu pria dan satu wanita. Keduanya diamankan setelah penyidik melakukan rangkaian penyelidikan intensif, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi secara berkelanjutan sejak Sabtu (21/3/2026).
Meski telah mengamankan pelaku, aparat masih mendalami peran masing-masing dalam kasus tersebut. Sejumlah barang bukti turut disita guna memperkuat dugaan adanya tindak pidana pembunuhan berencana yang disertai mutilasi.
Kasus ini bermula dari penemuan mencurigakan oleh dua anak yang sedang bermain di kawasan Gunung Pelandu. Mereka menemukan sebuah karung di semak-semak yang kemudian memicu kecurigaan.
Penemuan itu selanjutnya dilaporkan kepada warga sekitar, termasuk seorang warga bernama Suwono dan ketua RT setempat. Saat karung dibuka, ditemukan potongan tubuh manusia berupa bagian jari, lengan, dan paha.
Penyisiran lanjutan di lokasi mengungkap lebih banyak temuan. Total tujuh bagian tubuh berhasil ditemukan di dua titik berbeda dalam kawasan yang dikenal relatif tertutup tersebut.
Kondisi lokasi yang sepi dan jarang dilalui orang membuat peristiwa ini mengejutkan warga. Situasi semakin terasa kontras karena terjadi di tengah suasana hari besar keagamaan.
Hingga kini, polisi masih menyusun rangkaian kronologi kejadian sekaligus mengungkap motif di balik aksi tersebut. Proses identifikasi korban juga terus dilakukan oleh tim forensik.
Untuk memberikan penjelasan resmi kepada publik, Polresta Samarinda dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Minggu siang.
Dalam keterangan yang beredar, konferensi pers tersebut direncanakan berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA. Sementara itu, kedua terduga pelaku kini telah diamankan di Mapolresta Samarinda dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









