Lulus 100 Persen, CPNS Kutim Dibekali Nilai BerAKHLAK dan Mental Pelayan Publik

oleh -204 Dilihat
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman (Foto : Humas Pemprov Kaltim)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Sangatta – Suasana Aula Meranti Kantor Bupati Kutai Timur di Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Kamis (13/5/2026), dipenuhi rasa lega dan bangga. Sebanyak 128 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan 116, 117, dan 118 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar setelah menjalani proses panjang selama lebih dari tiga bulan.

Program Latsar tersebut berlangsung sejak 9 Februari hingga 13 Mei 2026. Selama 93 hari, para peserta mengikuti pelatihan intensif dengan total 673 jam pelajaran (JP) sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Peserta Latsar berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk kecamatan hingga rumah sakit tingkat kecamatan. Mereka menjalani pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus membangun sikap profesional sebagai pelayan publik.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman membagikan pengalaman pribadinya saat pertama kali menjadi pegawai negeri sipil sebagai guru dengan golongan III/a yang ditempatkan di Kecamatan Muara Ancalong. Ia mengisahkan bagaimana kondisi ekonomi pada masa itu jauh dari kata mudah.

Ardiansyah mengaku gaji pertamanya sebagai PNS hanya sebesar Rp160 ribu per bulan. Ia juga mengenang masa kecilnya yang pernah mengalami keterbatasan pangan hingga harus mengonsumsi nasi bulgur dengan aroma yang menyengat.

“Direndam cukup lama pun tetap bau. Terpaksa harus dimakan, sebab kalau tidak dimakan ya kelaparan,” ungkap Ardiansyah di hadapan para peserta Latsar.

Menurutnya, pengalaman hidup tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aparatur sipil negara harus memiliki rasa syukur dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas. Ia meminta para CPNS yang baru menyelesaikan pelatihan agar menjaga integritas serta bekerja dengan penuh tanggung jawab di tempat tugas masing-masing.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Nina Dewi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya BKPSDM Kutim, atas kolaborasi dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN melalui program Latsar CPNS.

Nina menyebut seluruh peserta berhasil menyelesaikan pelatihan dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Menurutnya, capaian tersebut diperoleh melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen dan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah akhirnya semuanya bisa lulus 100 persen, meski di belakang layar perjuangannya berdarah-darah,” ujar Nina Dewi.

Ia menjelaskan, selama mengikuti Latsar para peserta dibekali berbagai materi yang berorientasi pada nilai dasar ASN BerAKHLAK. Pembekalan tersebut bertujuan membentuk aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berintegritas, bermental melayani, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

“Seluruh peserta dibekali nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Hal ini dimaksudkan agar tidak hanya menjadi pegawai yang memiliki kecakapan teknis, tetapi juga berintegritas, bermental melayani, dan berjiwa nasionalis,” tegasnya.

Pada penutupan kegiatan, panitia juga mengumumkan peserta terbaik dari masing-masing angkatan. ST. Rahmawati dari Inspektorat Daerah meraih peringkat pertama Angkatan 116, Fadhilla Puji Cahyani dari Dinas Permukiman menjadi terbaik di Angkatan 117, sedangkan peringkat pertama Angkatan 118 diraih Hardiansyah dari Kantor Camat Bengalon. Para peserta terbaik menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai bentuk apresiasi atas prestasi selama mengikuti Latsar. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *