Ulasankaltim.id, Kutai Barat – Di tengah keberagaman yang menjadi wajah Indonesia, upaya memperkuat persatuan terus digencarkan melalui berbagai pendekatan, termasuk melalui jalur keagamaan. Langkah ini terlihat dalam kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan yang digelar di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kelir Mencimai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin MPR RI dalam memasyarakatkan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan berlangsung di Mencimai, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat. Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menghidupi Nilai Kebhinekaan dalam Iman Kekristenan untuk Indonesia yang Bersatu”. Senin (16/3/26)
Dalam penyampaiannya, Yulianus menegaskan bahwa umat Kristen memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Ia menekankan tanggung jawab moral dan spiritual dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.
“Umat Kristen memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” ujar Yulianus dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa nilai kasih dalam ajaran Kekristenan menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis. Kasih tersebut, menurutnya, harus diwujudkan tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Kasih yang diajarkan dalam iman Kekristenan tidak hanya ditujukan kepada sesama yang seiman, tetapi kepada semua orang tanpa memandang perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi perbedaan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus menghargai perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan,” tegasnya.
Yulianus menilai bahwa umat Kristen dapat menjadi teladan dalam menciptakan suasana damai. Peran tersebut dinilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, partisipasi dalam kegiatan gotong royong dan kemanusiaan menjadi wujud nyata dari nilai iman.
“Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan kerja sama lintas agama menunjukkan bahwa iman tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga dalam tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama dapat mempererat hubungan antarwarga. Hal ini dinilai mampu memperkuat rasa persaudaraan di tengah perbedaan.
Dalam konteks kebhinekaan, Yulianus menyebut keberagaman sebagai anugerah yang harus dijaga bersama. Ia menilai perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
“Kebhinekaan adalah anugerah yang harus kita syukuri dan jaga bersama, karena di dalamnya terdapat kekayaan yang memperkuat bangsa,” katanya.
Dari perspektif iman, setiap manusia memiliki martabat yang sama. Oleh karena itu, sikap saling menghargai menjadi hal yang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa umat Kristen memiliki panggilan untuk menjadi pembawa damai. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui sikap terbuka dan kerja sama lintas kelompok.
“Umat Kristen diharapkan mampu menjadi pembawa damai dengan sikap terbuka dan aktif membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman tentang kebhinekaan perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan, pembinaan keagamaan, serta dialog antarumat beragama.
Melalui kegiatan ini, Yulianus berharap masyarakat dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat persatuan bangsa. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









