Dukung Program Swasembada Pangan, Polresta Samarinda dan Kelompok Tani Tanam Jagung di Lahan Satu Hektare

oleh -587 Dilihat
Foto Bersama Kapolresta Samarinda Bersama Kelompok Tani Tunas Sari (Foto : FDY)
banner 468x60

ULASANKALTIM.ID, Samarinda – Polresta Samarinda, bekerja sama dengan Kelompok Tani Tunas Sari, melaksanakan penanaman jagung di atas lahan seluas satu hektare di Desa Balik Buaya, Jalan Rambutan RT 46, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, pada Selasa (12/11/24). Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program 100 hari kerja Presiden Prabowo dalam rangka mencapai swasembada pangan nasional.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, bersama sejumlah perwira polisi serta tokoh setempat, turut hadir dalam acara tersebut. Tampak pula Kepala BPSIP, Lurah Bukuan, Ketua LPM Bukuan, Ketua Kelompok Tani Tunas Sari, dan puluhan petani dari wilayah setempat.

Kapolresta Samarinda dan Kelompok Tani Tunas Sari Menanam Bibit Jagung (Foto : FDY)

“Polresta Samarinda akan terus mengawasi dan mendukung kegiatan ini untuk memastikan keberhasilan program Presiden Prabowo dalam swasembada pangan,” ujar Kombes Pol Ary Fadli.

Penanaman jagung ini menjadi langkah awal yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah hukum Polresta Samarinda. Di Palaran, penanaman ini merupakan yang pertama kali, dengan jenis jagung yang dipilih adalah jagung “Jakaring”, yang telah diuji oleh Balai Standarisasi Instrumen Pertanian dan dinyatakan cocok untuk lahan di Kalimantan Timur, tambah Ary.

Kedatangan Kapolresta Samarinda bersama rombongan disambut antusias oleh puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Sari. Para petani turut serta menanam bibit jagung di lahan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Samarinda juga menyerahkan bantuan bibit jagung kepada petani, yang diterima secara simbolis oleh Ketua BPSIP.

Ketua Kelompok Tani Tunas Sari, Agus Siswanto, menyambut baik inisiatif ini. “Ini baru tahap awal dari kegiatan swasembada pangan dengan menanami lahan seluas satu hektare. Ke depannya, diharapkan luasan lahan ini akan bertambah,” ujarnya.

Agus berharap kegiatan serupa dapat melibatkan lebih banyak petani di masa mendatang. “Kami berharap petani lain dapat ikut serta dan diberi akses untuk memanfaatkan lahan kosong guna menanam jagung atau komoditas lainnya,” pungkasnya. (FDY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *