DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Garap Pertanian, Produksi Pangan Diperkuat

oleh -277 Dilihat
Guntur, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Ancaman krisis pangan kerap datang tanpa tanda, dan salah satu pemicunya kini mulai terlihat dari menurunnya jumlah petani muda di daerah. Di tengah kegelisahan itu, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Guntur, angkat bicara soal pentingnya menjaga denyut sektor pertanian agar tetap hidup di masa depan.

Dalam keterangannya, Guntur menegaskan bahwa regenerasi petani harus segera dipercepat agar ketahanan pangan tidak bergantung pada kelompok usia lanjut semata.

Menurutnya, potensi sektor pertanian di Kalimantan Timur sejatinya sangat besar, namun belum digarap maksimal karena rendahnya minat generasi muda untuk menekuni bidang tersebut.

Ia menilai bahwa persoalan ini tidak bisa ditangani dengan pendekatan lama, melainkan membutuhkan perubahan pola pikir serta dukungan teknologi modern.

“Kami mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi agar lebih menarik bagi anak muda,” ujar Guntur.

Kondisi paling mengkhawatirkan, menurutnya, terjadi di Kutai Kartanegara, di mana mayoritas petani masih didominasi oleh usia lanjut.

Ia menyebut sekitar 70 persen petani di wilayah tersebut berasal dari kelompok usia tua, sementara keterlibatan pemuda masih sangat terbatas.

Situasi itu dinilainya berisiko tinggi terhadap keberlanjutan produksi pangan jika tidak segera diantisipasi dengan program regenerasi yang terarah.

“Anak muda jangan takut bertani. Kalau petani hilang, maka sumber pangan juga akan ikut terancam,” tegasnya.

Selain regenerasi, Guntur juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas hasil pertanian agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ia meyakini bahwa produk pangan dengan mutu baik akan selalu memiliki ceruk pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Selama hasil pertanian dikelola secara profesional dan berkualitas, kebutuhan konsumen pasti tetap ada,” katanya.

Menurut Guntur, mekanisasi pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah wajah pertanian menjadi sektor yang modern dan menjanjikan secara ekonomi.

Ia berharap, ke depan lebih banyak generasi muda yang berani mengambil peran sebagai petani modern demi memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian Kalimantan Timur secara berkelanjutan. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *