Ulasankaltim.id, Samarinda – Asosiasi Futsal Provinsi Kalimantan Timur (AFP Kaltim) resmi menetapkan arah barunya usai pelaksanaan kongres dan pelantikan pengurus masa bakti 2024–2028 di Samarinda, 19 Juni 2025. Fokus utama organisasi ini tertuju pada penguatan pembinaan atlet futsal usia dini di seluruh wilayah Kaltim.
Ketua AFP Kaltim, Adnan Faridhan, menegaskan bahwa program pembinaan tersebut menjadi fondasi awal dalam menyusun rencana kerja jangka menengah. Menurutnya, pembinaan yang terarah menjadi kunci dalam menciptakan regenerasi pemain futsal yang berdaya saing.
“Selama ini banyak turnamen bersifat insidental dan tidak membentuk jalur pembinaan yang jelas. Kami ingin mengubah itu,” ujar Adnan saat diwawancarai pada Minggu, 22 Juni 2026.
Untuk merealisasikan hal tersebut, AFP Kaltim akan mendorong pelaksanaan kompetisi di level kabupaten/kota. Nantinya, tim terbaik dari setiap daerah akan bersaing di tingkat provinsi dalam satu ajang khusus untuk kategori usia dini.
Format ini dirancang agar kompetisi yang berlangsung tak hanya menjadi ajang adu gengsi, tetapi juga bagian dari proses seleksi dan pembinaan berkelanjutan. “Kita ingin event yang bukan hanya meriah, tapi punya arah yang jelas untuk pembinaan,” jelas Adnan.
Kejuaraan antar-Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (Afkab/Afkot) se-Kaltim akan menjadi ajang reguler. AFP Kaltim menargetkan turnamen tersebut bisa menjadi agenda tahunan dan menjadi acuan pencarian bibit unggul daerah.
Di luar kategori usia muda, AFP Kaltim juga menyiapkan kompetisi khusus bagi atlet senior. Salah satunya adalah penyelenggaraan Gubernur Cup 2025, yang dijadwalkan bergulir antara Agustus hingga September mendatang.
Turnamen ini akan terbuka untuk umum dan melibatkan tim-tim dari berbagai kalangan. Adnan berharap, ajang ini mampu memberikan ruang kompetisi bagi pemain senior yang masih aktif serta mempererat jaringan antar-klub di Kalimantan Timur.
Tidak hanya itu, AFP Kaltim juga berencana mengundang klub-klub profesional dari Liga Futsal Pro Indonesia untuk tampil dalam turnamen tersebut. Adnan menyebut, setidaknya 12 klub nasional tengah diupayakan hadir di Benua Etam.
Langkah ini diambil guna menambah daya tarik turnamen sekaligus memberikan motivasi tambahan bagi para pemain lokal yang ingin meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding mereka.
“Ini bisa menjadi momen bagi pemain Kaltim untuk unjuk gigi di hadapan klub profesional,” kata Adnan. Ia meyakini, kehadiran tim-tim dari luar daerah akan mengangkat kualitas pertandingan dan memperkaya pengalaman pemain daerah.
Waktu pelaksanaan turnamen dipilih menyesuaikan kalender Liga Pro, agar klub-klub peserta dapat menjadikan Gubernur Cup sebagai ajang pemanasan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Tak hanya itu, AFP Kaltim juga tengah menyiapkan skema hadiah menarik untuk turnamen ini. Hadiah dan penghargaan disusun sedemikian rupa untuk meningkatkan minat peserta sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi.
Di sisi lain, pengurus AFP Kaltim juga menyadari pentingnya konsolidasi internal dengan Afkab dan Afkot se-Kaltim. Kolaborasi ini dianggap penting dalam membangun sistem pembinaan yang konsisten dan terstruktur.
Adnan berharap, melalui kepengurusan yang baru, AFP Kaltim mampu menjadikan futsal sebagai olahraga yang tumbuh tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga dari aspek pembinaan akar rumput.
Dengan menyasar pembinaan usia dini serta merancang turnamen berjenjang, AFP Kaltim optimistis dapat menyumbangkan talenta-talenta terbaik untuk masa depan futsal di tingkat regional maupun nasional. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









