Kukar Miliki Pemimpin Baru, Aulia-Rendi Resmi Nahkodai Periode 2025–2030

oleh -383 Dilihat
Pasangan Dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kutai Kartanegara memasuki babak baru dalam arah pembangunan dan tata kelola pemerintahannya. Pada Senin, 23 Juni 2025, pasangan Dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar untuk periode 2025–2030.

Pelantikan tersebut digelar di Pendopo Odah Etam, Samarinda, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Acara tersebut menjadi momentum bersejarah bagi daerah yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya.

Dr. Aulia menggantikan posisi Edi Damansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati sejak 2020. Sementara Rendi Solihin melanjutkan masa pengabdiannya, kini sebagai wakil untuk periode keduanya.

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud memberikan ucapan selamat kepada keduanya. Ia menilai pasangan ini telah melalui proses panjang dalam kontestasi politik dan akhirnya mendapat mandat rakyat untuk memimpin.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, saya ucapkan selamat menjalankan amanah. Harapan masyarakat begitu tinggi, terutama dalam peningkatan kualitas layanan dasar,” ujar Rudy.

Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi antardaerah serta keselarasan pembangunan lintas provinsi, khususnya dalam konteks Kalimantan sebagai masa depan Indonesia.

Rudy menekankan bahwa sektor infrastruktur pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama. Ia berharap pemimpin baru Kukar dapat menjawab kebutuhan itu secara nyata.

“Visi Kukar harus berpadu dengan arah kebijakan provinsi. Jika ini berjalan selaras, saya yakin Kukar bisa menjadi lokomotif pertumbuhan baru di Kalimantan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyinggung kekayaan Kukar yang meliputi migas, tambang, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. Menurutnya, potensi ini harus dikelola dengan bijak dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Ia menyebut, tantangan besar akan dihadapi, namun juga terbuka peluang emas bagi daerah untuk memperkuat perannya secara nasional.

“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi wujud pengabdian. Jangan pernah menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi. KKN adalah musuh bersama,” katanya mengingatkan.

Gubernur juga mengutip pesan Presiden Republik Indonesia agar setiap pejabat publik menjauhi praktik korupsi dan memegang prinsip transparansi.

Sementara itu, dalam pernyataan perdananya usai pelantikan, Bupati Aulia menegaskan bahwa dirinya siap langsung bekerja sejak hari pertama. Ia menyatakan tidak menerapkan program 100 hari kerja.

“Tidak ada masa tunggu. Kami tidak mengenal transisi. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan terus,” ungkap Aulia.

Ia juga menegaskan bahwa visi Kukar Idaman Terbaik tetap menjadi dasar pembangunan. Menurutnya, program tersebut bukan perubahan total, melainkan penyempurnaan dari periode sebelumnya.

“Hanya kepemimpinannya yang berganti. Prinsip dan arah kebijakan tetap berpihak kepada masyarakat,” tambahnya.

Aulia mengajak seluruh elemen untuk bekerja bersama, menjaga kepercayaan rakyat, dan membuktikan bahwa perubahan bisa dilakukan melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji.

Kukar kini bersiap menata masa depan dengan wajah kepemimpinan yang baru. Harapan masyarakat terletak pada janji kerja dan konsistensi dalam menjalankan amanah. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *