Vaksin DBD Qdenga Tiba di Kaltim, Ribuan Dosis Siap Lindungi Usia 5–60 Tahun

oleh -273 Dilihat
Foto Illustrasi AI
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur memasuki fase baru setelah Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan ribuan dosis vaksin dengue ke sejumlah daerah. Distribusi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pengendalian penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Sebanyak 6.170 dosis vaksin DBD jenis Qdenga didistribusikan ke beberapa kabupaten dan kota. Penyaluran vaksin ini merupakan bagian dari program hibah yang difasilitasi melalui PT Bio Farma sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dengue di daerah.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bertindak sebagai koordinator penyaluran, memastikan vaksin diterima sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan perlindungan terhadap kelompok rentan sekaligus menekan potensi lonjakan kasus DBD.

Rincian distribusi menunjukkan Kabupaten Kutai Timur menerima alokasi terbesar, yakni 4.470 dosis. Sementara itu, Kabupaten Paser memperoleh 1.200 dosis, Kabupaten Kutai Barat 200 dosis, dan Kota Samarinda 100 dosis. Sebanyak 200 dosis lainnya dialokasikan untuk kebutuhan tingkat provinsi.

Kutai Timur menjadi fokus utama pelaksanaan awal vaksinasi. Di wilayah ini, vaksin Qdenga produksi Takeda telah disalurkan ke 21 puskesmas untuk menjangkau masyarakat secara lebih merata melalui layanan kesehatan tingkat pertama.

Vaksin tersebut diperuntukkan bagi kelompok usia 5 hingga 60 tahun, sesuai ketentuan penggunaan vaksin dengue. Sasaran ini dipilih untuk memberikan perlindungan pada kelompok usia sekolah hingga dewasa yang berisiko terpapar penularan virus dengue.

Sebagai tindak lanjut distribusi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si., bersama jajaran melaksanakan kegiatan vaksinasi di daerahnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah operasional menekan risiko penularan DBD di tingkat kabupaten.

Program vaksinasi di Kutai Timur juga diarahkan untuk memperkuat layanan promotif dan preventif di fasilitas kesehatan. Pelaksanaan di puskesmas memungkinkan vaksin diberikan lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Selain Kutai Timur, vaksinasi dengue mulai berjalan di wilayah lain sesuai alokasi. Kabupaten Paser, yang menerima 1.200 dosis, telah menggelar vaksinasi di sejumlah lokasi, termasuk di SDN 028 Penajam Paser Utara.

Di lokasi tersebut, kelompok usia sekolah menjadi sasaran utama. Pendekatan berbasis sekolah dipilih untuk memudahkan jangkauan penerima sekaligus mendukung upaya pencegahan sejak usia dini.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan distribusi vaksin ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian terpadu DBD. Vaksinasi diposisikan sebagai pelengkap upaya lain seperti pemberantasan sarang nyamuk dan edukasi kesehatan masyarakat.

Melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, perluasan cakupan vaksinasi diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan akibat DBD. Upaya berkelanjutan ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh di Kalimantan Timur. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *